Perlukah fotografer memahami literasi visual?

Oleh Taufan Wijaya Saya tidak ingat pastinya bagaimana obrolan itu bermula, yang teringat betul adalah fotografer ini mengatakan bahwa ia tak ingin tahu tentang literasi visual (visual literacy). Alasannya adalah, “Motret jadi banyak pertimbangan, malah nggak motret entar.” Demi mendengar itu saya termangu. Apa ini…

Koleksi kamera Nikon toko ini bikin liur meleleh

Grays of Westminster adalah toko kamera yang secara eksklusif hanya menjual kamera Nikon, terletak di London tengah, Inggris. Toko ini menjual banyak Nikon edisi koleksi, yang biasanya diproduksi secara terbatas. Silakan cuci mata FK-wan dengan melihat-lihat koleksi toko ini. Buat Anda penggemar kamera Nikon, sepertinya…

5 Desember 1922: Kelahiran Ted Croner

Ted Croner adalah seorang fotografer AS yang dikenal amat berpengaruh dalam gerakan “sekolah fotografi New York” selama periode 1940-an dan 1950-an. Ia juga dikenal akan foto-fotonya yang menggambarkan suasana malam hari di New York pada periode tersebut.

NewYorkAtNight1948

Lahir di Baltimore pada 1922 dan besar di North Carolina, Croner mengembangkan bakat fotografinya saat di sekolah menengah atas. Kemampuannya semakin terasah saat menjadi fotografer aerial saat Perang Dunia II sebelum akhirnya menetap di New York pada 1947.

2d65e2c3f79db2ae95e4518fc8b14402

Di New York, ia belajar dengan Diane Arbus, Richard Avedon, dan Lisette Model, dan pada periode ini, ia banyak menghasilkan karya-karya ikonik termasuk “Taxi, New York Night, 1947-48″, yang muncul dalam kover album Bob Dylan, Modern Times (2006).

Shady Ramzy, mengabadikan satwa di hutan Kalimantan

Menjadi seorang yang menggeluti fotografer wildlife adalah pilihan yang menantang. Hidup di dalam hutan dan beradaptasi dengan kondisi cuaca yang selalu berubah-ubah merupakan santapan sehari-hari. Terlebih lagi, kita harus berhati-hati dengan binatang buas yang bisa saja menyerang kita tiba-tiba.

Shady Ramzy adalah seorang fotografer alam liar yang pernah menyambangi hutan Kalimantan. Ia tertarik pada upaya konservasi dan perlindungan terhadap spesies yang terancam. Bidikannya telah merekam fauna seperti orangutan, macan tutul, monyet ekor panjang, burung, buaya air tawar, serta satwa-satwa lainnya.

Setiap harinya, Shady selalu memegang kameranya di mana pun ia berada. Dari matahari terbit hingga terbenam di ufuk barat, ia tetap siaga dengan mata terfokus di lubang intip kameranya. Tak hanya memotret satwa, Shady juga mempelajari tentang spesies apa yang ia foto dan kebiasannya sehari-hari. Tujuan menjadi fotografer wildlife tak lain untuk menunjukkan ke publik bahwa satwa yang ia abadikan butuh perhatian kita.

I65A1239-5786690a1265b__880

I65A2752-3-57866bc3a1e9f__880

I65A2873-5-57866c1f89362__880

I65A2959-57866c687bdf4__880

I65A3143-57866e268a615__880

I65A4542-4-57866e7e66797__880

I65A4924-2-57866ed3c00df__880

I65A6157-2-578671e37afe3__880

Ive-been-exploring-Borneo-Rainforest-and-here-are-my-jungle-friends-jungle-friends-578a91bfbe953__880


Sumber: Bored Panda

Proyek dokumenter: Memotret sang kakek nyentrik

Zoe Spawton, seorang perempuan fotografer dokumenter, menghabiskan waktu kurang lebih tiga tahun untuk membuat project portrait tentang seorang kakek yang setiap harinya memakai pakaian yang unik.

Subjek fotonya yakni seorang kakek berusia 85 tahun bernama Ali. Dengan memakai outfit yang berbeda-beda setiap paginya, menjadikan alasan Zoe mengabadikannya menjadi project foto yang Zoe beri judul “What Ali Wore”.

Mulanya Ali berprofesi sebagai dokter, namun ia berganti profesi menjadi penjahit. Ali memakai setelan baju yang unik setiap harinya, bahkan selalu berganti-ganti. Kesabaran Zoe mengikuti kakek yang ngetren ini membawanya memenangkan salah satu kontes blog terbaik, Lead Awards, yang diselenggarakan di Jerman.

83-year-old-tailor-style-what-ali-wore-zoe-spawton-berlin-6-5835484676b39__700

83-year-old-tailor-style-what-ali-wore-zoe-spawton-berlin-9-5835484f7e620__700

83-year-old-tailor-style-what-ali-wore-zoe-spawton-berlin-50-583548d1486d3__700

83-year-old-tailor-style-what-ali-wore-zoe-spawton-berlin-56-583548e175cd1__700

83-year-old-tailor-style-what-ali-wore-zoe-spawton-berlin-63-583548f466a1f__700


Sumber : http://alioutfit.tumblr.com/

Kamera Nikon One produksi awal laku Rp5,5 miliar dalam lelang

nikon_one-1

Sebuah benda bersejarah dalam riwayat fotografi dunia terjual dengan nilai 406.000 dolar (sekitar Rp5,5 miliar) dalam sebuah lelang oleh badan lelang WestLicht Photographica Auction. Harga ini merupakan dua kali lebih mahal daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Nikon One adalah kamera produksi ketiga—yang juga berarti kamera ketiga yang diproduksi perusahaan ini—dan merupakan kamera tertua yang diketahui masih ada hingga saat ini.

Nikon bermula dari perusahaan optik, Nippon Kogaku K.K., pada 1917, dan membuat beberapa lensa—bahkan membuat lensa untuk bodi Canon pada 1930-an. Tetapi, baru pada tahun 1948 Nikon membuat kamera pertamanya, dengan nama One atau I, yang dibuat tidak lebih dari seribu buah.

nikon_one-2

nikon_one-3

Nikon One adalah kamera rangefinder dengan lensa yang bisa diganti-lepas, dan lensa yang menempel padanya juga lensa tua: lensa ke-11 yang pernah dibuat Nikon, sebuah lensa 50mm f/2.

Meski memiliki nilai sejarah, kamera ini sepertinya tidak praktis lagi untuk digunakan karena menggunakan ukuran film tidak standar, yang akhirnya diperbaiki Nikon sendiri pada model selanjutnya.

nikon_one-4

nikon_one-6

Dalam lelang, harga pembukaan kamera ini adalah 90.000 euro, dan diperkirakan hanya akan mencapai harga 180.000 euro. Nyatanya, kamera ini menembus angka 384.000 euro (atau sekitar Rp5,5 miliar)


Sumber: Techcrunch

Peraih penghargaan “Siena International Photo Awards”

Di penghujung akhir tahun, biasanya kontes foto sedang maraknya berlangsung. Tak di Indonesia saja, pun di seluruh dunia kontes foto gencar diselenggarakan. Salah satu kontes foto yang patut kita lirik yakni Siena International Photo Awards.

Siena International Photo Awards adalah salah satu kontes foto yang bergengsi bagi perekam visual di dunia. Tentunya penyelenggaraan kontes ini berada di kota Siena, Italia.

Tahun ini, Siena International Photo Awards telah menerima partisipan lomba foto dari 100 negara. Tak mudah untuk memenangkan dalam kategori lomba, karena banyak fotografer mengirimkan karya terbaik mereka.

Banyak negara berpartisipasi dalam Siena International Photo Awards, seperti China, India, Banglades, Myanmar, Turki, Kuba, Bahrain, bahkan Indonesia. Bulan November ini telah diumumkan para pemenang peserta kompetisi. Karya pemenang dipamerkan dalam tajuk “Beyond the Lens” yang diselenggarakan di Siena, Italia dari 29 Oktober hingga 30 November 2016.

#1 Phan Rang Fishing Net Making, Vietnam 1st Place In Open Color Category Danny Yen Sin Wong

#1 Phan Rang Fishing Net Making, Vietnam 1st Place In Open Color Category
Danny Yen Sin Wong

#10 Central Black, Bahrain (3rd Place In Open Color Category)  Isa Ebrahim

#10 Central Black, Bahrain (3rd Place In Open Color Category)
Isa Ebrahim

#9 Women Reflection, UAE (2nd Place In Architecture Category)  Ali Al Hajri

#9 Women Reflection, UAE (2nd Place In Architecture Category)
Ali Al Hajri

#8 Floating Market, Malaysia (3rd Place In Travel Category)  Antonius Andre Tjiu

#8 Floating Market, Malaysia (3rd Place In Travel Category)
Antonius Andre Tjiu

#7 Outlines And Shadows, South Vietnam, (Honorable Mention In Open Color Category)  Danny Yen Sin Wong

#7 Outlines And Shadows, South Vietnam, (Honorable Mention In Open Color Category)
Danny Yen Sin Wong

#6 The Power Of Nature, Sicily (1st Place In Nature Category)  Giuseppe Mario Famiani

#6 The Power Of Nature, Sicily (1st Place In Nature Category)
Giuseppe Mario Famiani

#5 Mangrove, Cuba (Honorable Mention In Nature Category)  Greg Lecoeur

#5 Mangrove, Cuba (Honorable Mention In Nature Category)
Greg Lecoeur

#4 Sprinkle Net (Remarkable Award In Open Color Category)  Fuyang Zhou

#4 Sprinkle Net (Remarkable Award In Open Color Category)
Fuyang Zhou

#3 Strawberry Greenhouses, Turkey (1st Place In Travel Category) Leyla Emektar

#3 Strawberry Greenhouses, Turkey (1st Place In Travel Category)
Leyla Emektar

#2 Smile (Honorable Mention In People And Portrait Category) Jianjun Huang

#2 Smile (Honorable Mention In People And Portrait Category)
Jianjun Huang


Sumber: Bored Panda

Wildlife Photographer of the Year 2016, pilihan pemirsa

Kami pernah menulis bahwa Tim Laman memenangi penghargaan bergengsi sebagai Wildlife Photographer of the Year versi Natural History Museum.

Namun, foto-foto apa saja yang menjadi favorit pemirsa? Berikut ini 25 dari sekitar 50.000 entri dari 95 negara.

Alain Mafart Renodier

Alain Mafart Renodier

Ally McDowell

Ally McDowell

Andrea Marshall

Andrea Marshall

Annie Katz

Annie Katz

Bence Mate

Bence Mate

Bernd Wasiolka

Bernd Wasiolka

Cari Hill

Cari Hill

Cristobel Serrano

Cristobel Serrano

Daisy Gilardini

Daisy Gilardini

David Maitland

David Maitland

Gordon Illg

Gordon Illg

Gunther Riehle

Gunther Riehle

Guy Edwardes

Guy Edwardes

Johan Kloppers

Johan Kloppers

Karine Aigner

Karine Aigner

Marco Gargiulo

Marco Gargiulo

Mario Cea

Mario Cea

Reinhold Schrank

Reinhold Schrank

Rudi Hulshof

Rudi Hulshof

Sergio Sarta

Sergio Sarta

Stephen Belcher

Stephen Belcher

Tapio Kaisla

Tapio Kaisla

Thomas Kokta

Thomas Kokta

Victor Tyakht

Victor Tyakht

Michael Lambie

Michael Lambie


Sumber:
Natural History Museum

Foto satwa yang bagus itu seperti apa?

Oleh Arbain Rambey Satwa liar tidak bisa diatur untuk difoto. Ini adalah hal yang harus dimengerti orang yang berniat untuk memotret satwa di alamnya, atau orang yang sekadar ingin menikmati sebuah foto satwa. Dengan demikian, sebuah foto satwa menjadi menarik kalau imajinasi orang yang melihat…