Kreatif Dengan Fisheye

Pin It

FK-wan, biasanya lensa fisheye harganya sangat mahal, tapi model dengan harga realistis kini telah hadir di pasaran. Jadi, inilah waktu sempurna untuk bereksperimen dengan efek kratif keren ini. Cobalah mencari penawaran yang paling bagus, dan FK-wan bisa menjajal lensa Samyang 8 mm f/3.5 UMC CS II model sederhana dengan fokus manual untuk Canon dan Nikon dengan harga sekitar Rp 3.5 jutaan, dan versi Micro Four Thirds untuk sistem kamera Panasonis dan Olympus dengan harga bahkan lebih murah.

Menggunakan lensa fisheye untuk mengabadikan lanskap. (Yunaidi)

Seperti lensa wide, lensa fisheye memungkinkan FK-wan untuk merekam objek lebih luas. Efek distorsi yang dihasilkan pun bisa memberikan efek yang lebih menawan.

Bagi sebagaian kalangan, lensa fisheye cocok untuk fotografi arsitektur dan potrait. Fotografer musik rock, John McMurtie bahkan menggunakannya untuk mendapatkan foto unik dari band dan penonton di konser. Untuk masalah framing, FK-wan harus mendekatkan pada obyek, agar obye tidak tampak kecil pada hasil akhir foto. Cara ini mungkin akan terasa janggal karena biasanya FK-wan merekam pada jarak tertentu dari obyek. Obyek simetri juga cocok menjadi obyek fisheye, demikian juga sekelompok orang.

Menghasilkan efek bumi bulat saat mengabadikan Kota Sydney dengan lensa fisheye. (Yunaidi)

Hal yang perlu diperhatikan dsaat menggunakan lensa fisheye:

- Lensa fisheye berfungsi dengan cara yang berbeda pada kamera APS-C dan full-frame, jadi periksalah jangkauan yang diperoleh untuk kamera FK-wan sebelum membelinya.

- Sudut yang didapat dengan lensa fihseye sangat lebar. Jadi sebaiknya sebelum memotret hendaknya FK-wan memperhatikan elemen lain yang ada yang memungkinkan masuk kedalam lensa.

- Dengan sudut yang begitu lebar diperoleh dengan lensa fisheye, maka tak jarang area langit (juga matahari) akan masuk kedalam frame. Hal ini akan menyebabkan perbedaan kontras pada foto FK-wan.

- Filter ND tidak bisa dipasang pada lensa fisheye, jadi sebaiknya FK-wan menggunakan format RAW dalam mengambil foto sehingga memudahkan FK-wan untuk mengkoreksi expsoure nantinya.

sumber: Digital Camera Indonesia Edisi 58

Memasukkan Manusia Dalam Landscape Photography

Pin It

Dear FK-wan,

Tentu banyak diantara kita yang gemar mengabadikan foto pemandangan alam nan menawan. Tak jarang objek seperti, laut, hutan, pegunungan, danau, dan segala macam yang indah menjadi sasaran bidikan moncong lensa kita. Foto-foto yang dihasilkan pun tentunya sangat beragam tergantung saat pengambilannya. Ada FK-wan yang harus bangun sedari pagi untuk menunggu matahari terbit, ada juga yang memanfaatkan terik matahari untuk menghasilkan landscape photography dengan langit biru menggelora, dan ada juga yang menunggu senja untuk mengabadikan sebuah foto lanskap.

Memasukkan manusia pada foto lanskap pegunungan di Bali.

Landscape photography yang kita hasilkan tentunya sangat jarang memasukkan unsur manusia. Mungkin padangan kita selama ini, kehadiran manusia pada landscape photography akan mengubah cerita foto tersebut. Namun belakangan ini, landscape photography yang dihasilkan cukup banyak memasukkan unsur manusia ke dalamnya. Hal ini tentu saja mengubah pandangan selama ini bahwa landscape photography hanya memuat foto alam tanpa elemen manusia.

Memasukkan elemen manusia dalam landscape photography tentunya akan memperkuat cerita pada foto tersebut. Namun dengan syarat, jangan sampai proporsi kehadiran manusia dalam foto tersebut mendapat jatah ebih besar dari lanskap itu sendiri. Kehadiran manusia dalam foto lanskap hendaknya menunjang cerita dari foto itu sendiri. Manusia dan alam tentunya saling terkait satu sama lain. Kehadiran manusia dalam foto lanskap akan memberikan gambaran tentang kondisi geografis dan sosial.

Kehadiran manusia juga bisa memberikan skala pada landscape photography. Misalnya saat mengabadikan lanscape pegunungan, memasukkan unsur manusia akan memberikan pembanding seberapa besar dan tinggi gunung tersebut jika dibanding manusia. Hal ini akan memudahkan pembaca foto untuk memahami kondisi geografis pegunungan tersebut. Begitu juga saat mengabadikan foto pohon yang tinggi menjulang, elemen manusia akan membantu para pembaca foto untuk mendapat skala dari pohon tersebut.

Jadi FK-wan, pada dasarnya kehadiran manusia dalam landscape photography tak ada salahnya. Selama kehadiran manusia tersebut bisa memberikan pesan lebih pada foto yang dihasilkan. Dan yang paling penting dicatat, berilah proporsi yang seimbang antara manusia dan landscape photography yang dihasilkan untuk menghasilkan foto yang memberikan pesan bagi pembaca foto FK-wan. Semoga bermanfaat.

Simulator Aperture, Shutter Speed, dan ISO

Pin It

Dear FK-wan, tentunya tidak ada kata berhenti untuk belajar bukan? Dalam fotografi, hal mendasar yakni exposure (aperture, shutter speed, dan iso) adalah mutlak untuk diketahui dan dipahami. Dengan mempelajari hal paling mendasari ini tentunya kita akan banyak mendapat manfaat kelak nantinya saat melakukan pemotretatn dengan berbagai situasi dan kondisi pencahayaan yang beragam.

Interface Simulasi Kamera

Tentunya FK-wan ada yang masih bingung dalam memahami exposure ini. Kami menemui sebuah situs yang menarik berupa simulasi dalam penggunaan aperture, shutter speed, dan iso yang tentunya akan memberikan FK-wan kemudahan untuk mempelajarinya.

Dalam simulasi ini, FK-wan bisa dengan mudah mempelajari berbagai mode pemotretatn seperti Manual, Shutter Priority, dan Aperture Priority. Pada Mode Manual, FK-wan dengan mudah mempelajari bagaimana Aperture, Shutter Speed, dan ISO mempengaruhi Exposure. FK-wan hanya perlu menggeser tombol Aperture, Shutter Speed, dan ISO untuk mendapat hasil apakah very underexposed, slightly underexposed, good exposure, slightly overexposed, very overexposed.

Untuk menggunakannya, FK-wan bisa langsung menggunjungi link berikut. Semoga bermanfaat.

Foto Lanskap: Perlu Langit Seberapa Banyak?

Pin It

Terkait dengan horizon (cakrawala) dalam membuat foto lanskap, pada dasarnya terdapat empat pilihan komposisi.

Pilihan pertama: horizon diletakkan kira-kira di sepertiga bagian atas dalam komposisi. Contohnya karya Abdul Aziz.

Kedua: horizon di bagian tengah. Contohnya karya Dany Fachry.

Ketiga: horizon di bagian bawah. Contohnya karya Hendra Permana.

Keempat: horizon tidak disertakan samasekali alias tidak ada bagian langit dalam foto. Contohnya karya Zulkarnaen SL.

Namun, pada kenyataannya, ketika memotret lanskap (bentang alam), banyak orang terlalu banyak memberikan ruang kepada langit dalam komposisi fotonya. Mungkin pilihan itu diambil karena terpukau oleh bentukan awan, warna biru langit, atau aneka warna saat matahari terbit dan terbenam. Cukup mudah kita temukan foto-foto lanskap yang memberikan porsi lebih besar kepada langit tanpa alasan yang tepat: hanya karena warnanya sedang biru—atau malah putih.

Di sini saya buatkan kroping dari foto-foto karya saya sendiri, untuk menggambarkan pemberian ruang kepada langit yang terlalu luas dalam suatu komposisi foto, meskipun tanpa makna khusus:

Pilihan-pilihan semacam ini biasanya membuat suatu foto kurang bermakna. Mungkin saja indah secara grafis, atau indah warnanya, namun dalam hal ini “tetap kurang penting”.

Semboyan Fotokita.net adalah “Indah Bermakna”. Kata “bermakna” yang dimaksud adalah yang seiring dengan semboyan National Geographic yakni “menginspirasi orang untuk peduli kepada Planet Bumi”. Pada saat semangat itu diterjemahkan ke dalam pemotretan lanskap, hal yang penting adalah menangkap realita bentang alam. Lagipula, kata geographic memang mengacu kepada bentang alam dan rupa Bumi.

Seberapa sering kita melihat foto lanskap dengan porsi langit yang lebih besar daripada rupa Bumi, dalam majalah National Geographic? Pasti jarang. Biasanya, langit mendapat proporsi maksimal setengah saja dari komposisi foto walaupun sedang bagus awannya atau bagus warnanya. Bahkan, yang paling sering terjadi, langit hanya diletakkan pada sepertiga bagian atas dalam frame.

Dalam konteks “Indah Bermakna” di Fotokita.net, pilihan untuk memberikan porsi yang lebih besar kepada langit biasanya karena memang ada hal penting yang ingin ditonjolkan. Misalnya saja dalam pemotretan star trail atau informasi mengenai cuaca buruk.

Berikut beberapa contoh komposisi foto yang pasti lebih berhasil jika ingin menyertakan porsi lebih besar untuk langit.

Karya Randry Tama:

Karya Surendra:

Keterangan: Anda dapat meng-klik foto-foto member Fotokita.net di atas untuk berinteraksi.

Salam,

Reynold Sumayku | fotografer, editor foto | web: reynoldsumayku.com | twitter: @rsumayku

Sisi gelap Piala Dunia 2014 Brazil di luar arena

Pin It

Gempita penyelenggaraan piala dunia 2014 di Brazil ternyata menyimpan juga duka kesedihan. Bagai 2 sisi mata uang, apa yang kita lihat di layar kaca dengan hingar bingar pemain bintang sepak bola juga terekam realitas sebaliknya.

OFFSIDE_BRAZIL2Rekaman gambar demonstrasi yang bisa kita lihat ini mungkin akan jarang terlihat di layar kaca. Sisi gelap ini berhasil didokumentasikan oleh 5 fotografer Magnum dan 5 fotografer lokal yang bertugas merekam sisi lain keramaian tersebut dalam bingkai foto demontrasi warga lokal penentang penyelenggaraan piala dunia 2014.

OFFSIDE_BRAZIL3

Uniknya, penggunaan sosial media Tumblr oleh Magnum dipilih tentunya dengan alasan kemudahan dan juga kecepatan agar bisa menyebar dan viral di dunia maya. Kita tahu, peran sosial media saat ini menjadi vital sebagai salah satu media perantara informasi. Karena bentuknya visual, maka medium yang tepat bisa jadi seperti tumblr akan menjadi sangat efektif dengan fasilitas reblognya

Reblog TumblrInspirasi ini tentunya bisa kita tiru untuk pembuatan project sebuah foto yang sifatnya simultan untuk mendokumentasikan sebuah acara dalam limit waktu tertentu. Untuk mengikuti updatenya Anda bisa ikuti tautan offside Brazil dan twitter Magnum. Untuk mengunjungi laman resminya bisa datang ke Magnum.

Salam
Purwo Subagiyo
@purwoshop

Lumix DMC-FZ1000 Kamera Kejutan Dari Panasonic

Pin It

FK-wan, produsen kamera Panasonic secara mengejutkan mengeluarkan kamera terbarunya yang menawarkan berbagai fitur dan fungsi yang memukau. Kamera tipe Lumix DMC-FZ1000 ini menjadi penerus kesuksesan seri lumix sebelumnya.

Panasonic Lumix DMC-FZ1000

Dilengkapi dengan 20.1MP High Sensitivity MOS Sensor dan venus engine untuk meningkatkan sensitivitas optik, resolusi, gradasi dan reproduksi warna maksimal dalam menghasilkan foto dan video. Selain itu, lensa besutan Leica yang sudah sangat mumpuni dalam teknologi lensa juga disematkan pada kamera ini.

Hal yang paling mencengangkan adalah focal length dengan renting wide hingga tele. Bayangkan saja, Lumix DMC-FZ1000 ini memiliki focal length 25-400mm (35mm equivalent) dengan aperture range f/2.8-4.

FK-wan yang senang mengabadikan foto hewan kecil, pemilihan mode macro saat pemotretan akan memudahkan FK-wan dalam menangkap objek berukuran kecil dari jarak terdekat 3 cm. Untuk menghindari getaran tangan saat pemotretan, teknologi hybrid optical image stabilization juga turut disematkan untuk memaksimalkan hasil dari foto yang ditangkap.

Hal yang tak kalah menarik adalah kemampuan kamera ini mengambil foto hingga 50 fps (AFS dengan Elektronik Shutter). Dilengkapi dengan 49 titik fokus, tentunya fungsi ini akan memudahkan FK-wan dalam menangkap subyek foto agar lebih jelas titik yang difokuskan.

Tren videografi juga dijawab dengan gamblang oleh Lumix DMC-FZ1000 ini. Kemampuan merekam 4K Video menjadi nilai lebih dari kamera yang berbobot 831 gram (cukup ringan untuk dibawa traveling). Tak salah, kamera ini di klaim sebagai kamera pertama yang memiliki kemampuan merekam 4K video dikelasnya.

Kamera ini mulai dipasarkan secara global pada 31 Juli 2014 dengan harga $897.99. FK-wan tertarik untuk menjajal kemampuan kamera ini? Untuk informasi lebih lanjut, FK-wan bisa mengunjungi website Panasonic.

Tamron Luncurkan Tiga Lensa Baru

Pin It

FK-wan, Tamron sebagai salah satu produsen lensa pihak ketiga mengumumkan peluncuran seri lensa terbarunya. Sebagai salah satu alternatif lensa selain Sigma, Tokina, dan Samyang, Tamro menghadirkan rentang lensa yang beraneka ragam.

Seri terbaru lensa Tamron. (Foto: cnet.com)

Ada beberapa jenis lensa yang akan dilepas kepasaran, yakni lensa 18-200 mm f3.5-6.3 DI III VC untuk seri Canon EOS-M dan Sony. Lensa ini ditawarkan dengan rentang harga $ 500. Sedangkan untuk seri Micro Four Third tersedia lensa 14-150mm f3.5-5.8 DI III yang akan ditawarkan dengan harga $590.

Tamron juga membidik pasar kamera full frame dengan menghadirkan lensa all arround, 28-300 mm f3.5-6.3 DI VC PZD yang akan ditawarkan dengan harga $ 850. Lensa ini bisa dipasang di kamera full-frame Canon dan Nikon.

Belum ada uji laboratorium resmi atas lensa ini. Meskipun dari seri terdahulu, lensa keluaran  Tamron cukup lamabat dalam focusing, namun dengan harga yang ditawarkan cukup terjangkau, lensa ini bisa menjadi pilihan bagi FK-wan. Lensa ini akan mulai dipasarkan pada 26 Juni 2014.

Sony World Photography Awards 2015 Resmi Dibuka

Pin It

FK-wan, salah satu penghargaan prestisius dalam bidang fotografi, Sony World Photography Awards 2015 resmi dibuka. Penghargaan yang sudah diadakan semenjak tahun 2007 telah menjaring setidaknya 700.000 foto dari 230 negara yang mengikuti penghargaan ini.

Sara Naomi Lewkowicz menjadi pemenang pertama untuk ketegori Contemporary Issue.

Pemenang penghargaan foto ini tahun lalu, Sara Naomi Lewkowicz menghadirkan sebuah seri foto berjudul “Shane and Maggie“. Sara menawarkan keintiman yang kuat dari foto tentang kekerasan dalam rumah tangga. Beberapa fotografer dari Indonesia juga turut mendapat peringkat dalam penghargaan ini.

Tahun 2015 ini, para pemenang akan diganjar dengan hadiah peralatan fotografi terbaru dari Sony serta karya foto mereka akan dicetak menjadi buku foto serta pameran yang akan diadakan di Somerset House, London. Pemenang dari kategori profesional juga akan mendapatkan uang sebesar $ 25.000.

Tahun ini ada empat category perlombaan diantaranya adalah kategori professional, open, student focus, dan youth awards.

FK-wan berminat untuk mengikutinya? SIlahkan klik link ini untuk informasi lebih lanjut.

7 Tips Memotret Dari Udara

Pin It

FK-wan, sudah biasa memotret lanskap dari daratan bumi? Mungkin memotret dari udara adalah salah satu pilihan untuk menghasilkan foto menarik. Berbagai cara dilakukan untuk memotret dari udara, ada yang menyewa helikopter, mengambil foto dari jendela pesawat bahkan saat ini ada yang menggunakan drone untuk menghasilkan foto udara yang menarik.

Liku sungai diabadikan dari jendela pesawat.

Nah apa saja yang sebaiknya FK-wan lakukan untuk menghasilkan foto udara yang menarik? Kami berbagi tips berikut yang bisa FK-wan implementasikan saat memotret di udara.

1. Perencanaan

Untuk menghasilkan foto udara tentunya hal terbaik yang harus dilakukan sebelumnya adalah perencanaan. Jika FK-wan ingin mengambil foto dari balik jendela pesawat, pastika FK-wan duduk di kursi yang benar. Misalnya dalam penerbangan Jakarta – Yogyakarta, jika FK-wan duduk di kursi A akan memberikan pemandangan barisan pegunungan yang menawan.

Selain itu FK-wan juga bisa mempelajari geografis suatu lokasi melalui Google Earth ataupun galeri foto udara yang bisa menambah referensi bagi FK-wan saat memotret.

2. Memilih Lensa Yang Tepat

Untuk memudahkan FK-wan dalam menghasilkan berbagai macam variasi foto. Sebaiknya lensa yang digunakan memiliki rentang wide-tele, misalnya 18-135 atau 24-105. Hal ini tentunya akan bermanfaat saat FK-wan mengambil area wide saat diudara atauapun jika ada obyek yang menarik FK-wan bisa melakukan zoom untuk mendapatkan detil foto yang maksimal.

3. Hindari Pantulan Jendela Pesawat

Seringkali saat memotret dari udara, hal yang menjadi permasalah kita adalah terjadi pantulan. Ini akan mengurangi esensi foto yang kita hasilkan. Cara yang bisa FK-wan lakukan adalah mendekatkan ujung lensa ke jendela pesawat lalu menutup bagian ujung lensa dengan tangan untuk menghindari pantulan dari jendela pesawat.

Namun jangan sampai ujung lensa menempel di jendela pesawat. Karena getaran pesawat akan menjadikan foto FK-wan goyang.

4. Filter dan Focus

FK-wan memakai filter CPL pada ujung lensa? Sebaiknya lepas dulu filter ini agar tidak terjadi efek cahaya aneh pada frame foto yang FK-wan hasilkan. Selain itu penting bagi FK-wan untuk mengatur sedemikian rupa mode focus pada lensa FK-wan. Hal ini akan memudahkan FK-wan sata pengambilan foto. Terkadang saat kita menggunakan autofocus, kamera sering sekali bingung untuk menentukan titik fokus antara jendela dan obyek yang ingin kita foto. Untuk memudahkan FK-wan, pemilihan mode manual focus akan memberikan kemudahan.

5. Jangan Gunakan Flash

Ini adalah salah satu keharusan, matikan flash FK-wan. Pemakaian flash untuk memotret dari udara adalah suatu bentuk kesia-siaan. Flash hanya akan memberikan pantulan cahaya pada jendela pesawat FK-wan.

6. Jeli Menangkap Objek dan Kreatif

Saat di udara, banyak hal yang menarik untuk diabadikan. Sebaiknya FK-wan jeli dalam melihat obyek yang bisa menghasilkan bingkai foto yang menawan. Jangan lupa juga untuk bermain komposisi dalam mengambil foto di udara. Seperti memasukkan unsur-unsur yang bisa menambah cerita dari foto yang FK-wan hasilkan.

Memenfaatkan unsur awan sebagai frame.

7. Jangan Abaikan Keselamatan

Jika FK-wan memotret dari helikopter atau jendela pesawat, jangan pernah abaikan keselamatan diri FK-wan dan penumpang lain. Jika ada larangan, sebaiknya FK-wan mengikuti larangan ini.

Selamat memotret dan berkreasi dari udara, FK-wan.

Menjajal Lightroom Versi Mobile

Pin It

FK-wan, salah satu perangkat lunak untuk mengorganisir dan mengolah file mentah foto, Adobe Lightroom meluncurkan versi mobilenya. Aplikasi ini bisa di unduh untuk pengguna iOS di App Store.

Tampilan Lightroom Mobile di iPhone

Versi mobile untuk pengguna iPhone ini memungkinkan pemakai untuk melakukan olah RAW foto yang tersinkronisasi dengan Adobe Lightroom versi dekstop. Selain itu, pengolahan foto juga bisa dilakukan dengan mengimpor file dari galeri foto yang ada di iPhone FK-wan. FK-wan tinggal membuat collection dan menambahkan foto dari album FK-wan.

Tampilan aplikasi Lightroom Mobile cukup sederhana dan memudahkan para penggunanya untuk melakukan pengolahan foto. Layar muka untuk proses pengolahan foto cukup sederhana. Di kiri bawah terdapat screen untuk menandai foto menarik menurut FK-wan.

Kami mencoba fitur pengaturan White Balance yang diimplementasikan kepada salah satu foto yang kami coba. Tersedia beberapa pengaturan White Balance yang ada seperti: Selector (FK-wan mengarahkan tombol yang tersedia saat pengaturan ini. Secara otomatis Lightroom Mobile akan memberikan pengaturan White Balance. Terdapa pula pengaturan White Balance As Shot, Auto, dan Custom.

Selain itu fasilitas pengaturan temperature juga bermanfaat bagi FK-wan yang ingin menonjolkan mood warna pada fotonya. Terdapat baris pengaturan dengan rentang warna dari biru hingga kuning, jika di DSLR ini berkaitan dengan pengaturan Kelvin. Ada juga baris pengaturan tint dari hijau ke ungu. Pengaturan auto tone. Exposure, contrast dan highlight, shadow, clarity, vibrance, hingga saturation layaknya aplikasi Lightroom versi dekstop.

Interface Lightroom Mobile

Sama seperti aplikasi pengolah foto otomatis lainnya seperti VSCOcam yang jamak digunakan di iPhone. Lightroom mobile ini juga melengkapi aplikasi ini dengan efek warna otomotasi seperti (Creamtone, Sepia tone, selenium tone, split tone, old polar, cross processing). Beberapa efek lain seperti hitam putih, vignet, dan grain juga ditanamkan pada aplikasi ini.

FK-wan juga dengan mudah bisa melakukan croping pada foto dengan berbagai ukuran. Nah tertarik untuk menggunakan aplikasi untuk melakukan pengolahan foto? Silahkan unduh di App Store aplikasi Adobe Lightroom ini secara gratis. Namun FK-wan harus memiliki Adobe ID untuk menggunakan aplikasi ini. Tenang saja, membuat akun adobe tak perlu membayar. Aplikasi ini gratis digunakan selama 30 hari.