Waduk Selorejo, Tempat Asyik Melepas Penat di Malang

Pin It

Tampaknya, kini Kota Malang telah menjadi trending topic dan salah satu destinasi favorit wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Tak hanya wisata kuliner yang terkenal dengan Bakso Malang atau wisata alamnya yang beragam, kota ini juga memiliki area dingin layaknya di Puncak, Bogor. Namanya Kota Batu yang terkenal dengan wahana rekreasi Jatim Fair.

Meski bukan kota yang besar, Kota Batu di Malang ini menawarkan beragam tempat wisata yang tidak kalah seru dengan kota-kota lainnya. Jaraknya yang juga tidak terlalu jauh dari Surabaya dan bersuhu sejuk tersebut membuat banyak orang tertarik mengunjungi berbagai tempat di Batu. Untuk sampai di kota ini juga tidaklah sulit, ada banyak transportasi yang digunakan termasuk di dalamnya transportasi udara. Beberapa penerbangan telah ada yang mendarat di Surabaya atau Malang. Misalkan saja tiket sriwijaya air yang dapat Anda pesan dengan mudah melalui internet di laman Traveloka.com

Waduk Selorejo, Tempat Asyik Melepas Penat di MalangWaduk Selorejo cukup dikenal dengan air biru yang jernih yang dikelilingi dengan pepohonan. Indah dan asri (Traveloka.com)

Wisata Anda dapat dimulai dari Kota Apel Malang, lalu mengarah ke area Batu. Tidak ingin liburannya sama dengan wisatawan pada umumnya, Anda dapat menemukan suasana baru di Waduk Selorejo yang katanya dapat dijadikan sebagai tempat memancing dan berpiknik yang asik. Tempat ini cocok bagi Anda yang hobi memancing. Namun, perlu diperhatikan bahwa perjalanan menuju waduk tersebut sebaiknya dengan motor karena medan yang tidak mudah, berkelok dengan jalanan yang sempit dan cukup curam. Tantangan tersebut akan berakhir ketika memasuki gerbang masuk Selorejo dengan tiket masuk Rp20.000 untuk dua orang. Dengan mengikuti petunjuk arah, nantinya Anda akan menemukan pelataran luas untuk parkir. Menurut warga setempat, dulunya lokasi parkir ini ramai akan penjual ikan air tawar goreng dengan aroma khas dan Kue Carang Mas yang terbuat dari singkong dan gula merah dibentuk seperti sarang burung dan rasanya manis. Namun, saat ini sudah tidak ada lagi pemandangan seperti itu.

Apabila berwisata ke Kota ...Apabila berwisata ke Kota Malang, Jawa Timur, Waduk Selorejo dapat menjadi salah satu pilihan destinasi yang menarik kita kunjungi. (Traveloka.com)

Waduk Selorejo ini cukup dikenal dengan air biru jernih dengan pepohonan dan bangku yang dapat digunakan untuk beristirahat. Angin sepoi seakan melenakan waktu istirahat kami di tempat ini. Tampak beberapa perahu bersandar di tepi waduk dan tak jarang pemilik perahu menawarkan Anda untuk berkeliling waduk tersebut. Bagi Anda yang baru pertama kali mengunjungi Waduk Selorejo, cobalah untuk menelusuri waduk dan melihat keindahan di sekelilingnya, sehingga dapat menikmati suasana yang ada di tempat ini. Tampak pengunjung lain memancing di pinggir waduk. Tak hanya itu, ada pula sekelompok anak yang bermain tanah untuk mendapatkan cacing sebagai umpan orang tuanya memancing. Mereka seolah sudah terbiasa dengan tempat ini dan tanpa takut melakukan hal tersebut.

Sebenarnya, ada tempat yang disediakan untuk area bermain anak-anak tetapi ternyata kondisinya sudah lama tak terurus, mungkin inilah yang menyebabkan anak-anak tersebut senang bermain dan berkotoran dengan tanah. Tetapi tidak disangka hal itu yang membuat banyak anak-anak betah berada di tempat ini. Satu lagi yang mungkin jauh dari bayangan Anda adalah tempat ini juga ternyata dijadikan sebagai tempat untuk berlatih golf oleh beberapa orang. Suasana yang tidak terlalu ramai dan jauh dari hiruk pikuk kota membuat mereka lebih leluasa melatih kemampuan tersebut. Liburan ini memang sungguh berbeda dan memberikan suasana baru bagi kami dari kepenatan yang ada di ibu kota negara Indonesia.

Kisah Sang Jawara KFF Satwa

Pin It

Foto ini yang mengantarkan Efan Ekananda menjadi pemenang dalam kontes Fotokita (Efan Ekananda)

Memotret buaya sapit bukanlah hal yang mudah, tapi Fotografer Efan Ekananda berhasil memotret buaya sapit yang mempunyai gigi tajam di depan dan panjang. Berkat kejelian dan kehati-hatian, Efan berhasil memotretnya.

Membutuhkan waktu lama saat melakukan penangkapan buaya dan di malam hari dengan memakai senter cahaya kuat. Untuk menentukan buaya itu besar atau kecil berdasarkan pantulan matanya. Resiko besar, Efan dan teman-teman tidak boleh salah mengukur berapa besar buaya sapit itu. Dengan metode khusus untuk mengetahui besarnya buaya, yaitu melihat besar mata buaya.

Buaya sapit yang berhasil ditangkapnya berusia 2-3 bulan dengan panjang 60 cm. Menurutnya itu buaya yang kecil dan tidak terlalu besar.

Pemenang KFF Tema Satwa

Editor-in-Chief Didi Kasim menyerahkan hadiah KFF tema Satwa kepada Efan Ekananda (Sony/National Geographic Indonesia).

Proses memotret buaya sapit

Sebelum buaya sapit dilepaskan di sungai, Efan meminta kepada temannya untuk memegang buaya tersebut untuk ia potret. Siang hari di tepi sungai, dengan kedalaman setinggi lutut, Efan melakukan proses pemotretan.

“Saya masuk ke dalam sungai, dalamnya sekitar lutut, dan untuk ambil gambarnya saya jongkok,” kata lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai staf Balai Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.

Memakai lensa 75-300 mm dan jarak sekitar 4 meter, Efan berhasil memotret buaya sapit dengan mata tajamnya. Dengan posisi di dalam air dan jongkok, dan memakai monopod karena saat itu arus sungai yang deras. Foto di siang hari juga cahaya yang terang, Efan menggunakan iso yang kecil dan speed besar untuk membekukan gerakan buaya dan aliran air sungai.

Efan mengaku proses memotretnya tidak membutuhkan waktu yang lama yaitu hanya sekitar 15 menit.

Nah, upaya itu rupanya berbuah hasil. Efan berhasil meraih hadiah utama dalam Kontes Foto Fotokita tema Satwa yang digelar oleh situs komunitas fotografer Fotokita.

Selamat ya, Mas Bro!

Panduan Mengoptimalkan Shutter Speed

Pin It

Memahami cara menggunaan kecepatan rana (shutter speed) SLR adalah hal wajib untuk berkreasi. Shutter speed menjadi alat kreatif ketika FK-wan ingin membuat foto dengan obyek bergerak. Dengan variasi shutter speed, FK-wan bisa membekukan aksi, menghaluskan gerakan air, hingga menciptakan efek bergerak.

Memanfaatkan kecepatan rana yang lambat untuk menghasilkan foto laut nan halus di Pantai Sawarna. Foto ini diambil dengan kecepatan 2 detik menggunakan tripod. (Warsono/National Geographic Indonesia)

Kecepatan rana sering dianggap tidak sepenting aperture dan depth of field. Di sini kami akan menunjukkan pada FK-wan betapa pentingnya kecepatan rana untuk kreativitas. Kami tunjukkan cara mengontrol kecepatan rana dan bagaimana kecepatan rana dapat mengubah foto bagus menjadi foto hebat.

Baik pemandangan laut atau air terjun, foto yang dihasilkan dapat dimodifikasi dengan kecepatan rana. FK-wan dapat merekam hal yang tidak mampu tertangkap mata. Dengan merekam gerakan gelombang atau mengikuti gerakan sepeda motor, foto FK-wan akan lebih berdimensi.

Berbeda dengan jenis fotografi lainnya, cahaya redup yang dibutuhkan untuk foto kreatif dengan kecepatan rana rendah, terutama foto pemandangan. FK-wan bisa menciptakan kondisi rendah cahaya menggunakan filter neutral density (ND) untuk mengurangi cahaya tanpa mengubah warna gambar. Model filter 6 dan 10 stop dapat memberikan kecepatan rana hingga 30 detik pada hari cerah. Filter ini dapat membuat efek bergerak pada awan di langit dan menghilangkan tekstur ombak di laut.

Cable release sangat penting saat menekan tombol shutter karena menekan dengan tangan bisa mengakibatkan kamera berguncang. Tripod pun tak kalah penting. Meskipun beberapa fotografer olahraga lebih suka menggunakan monopod sehingga lebih mudah untuk berputar.

Ketika mengambil foto dengan exposure lambat dengan tripod, FK-wan bisa memastikan ketajaman dengan menggunakan fitur mirror lock-up. Ketika FK-wan  menekan tombol shutter, cermin bergerak ke atas, shutter terbuka, dan menutup, dan mirror kembali turun. Aksi itu bisa membuat gambar agak lembut,  utamanya pada focal length jauh. Dengan menggunakan mirror lock-up penekanan tombol shutter pertama akan mengangkat cermin dan penekanan kedua baru mengambil foto. Tapi, gunakan cable releasen agar kamera tidak berguncang.

TIP SET-UP PENTING PADA SLR

Tiga langkah sederhana untuk memperlambat kecepatan rana

Kurangi aperture

Kurangi cahaya yang masuk ke lensa dengan menggunakan aperture lebih kecil daripada f/16. Cara ini membuat kecepatan rana melambat. Aperture kecil juga memperdalam depth of field.

Turunkan ISO

Atur ISO serendah mungkin. Biasanya ISO 50 dengan aperture kecil efektiff dalam memperlambat kecepatan rana. Pengaturan ISO sepenting aperture, jadi periksa pengaturan kamera untuk memastikan FK-wan menggunakan ISO terendah.

Pasang filter ND

Pakai filter neutral density (beda dengan filter gradual) akan mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke kamera tanpa harus mengatur kecepatan rana atau aperture. Efektivitasnya tergantung pada waktu dan cahaya yang ada.

Sumber: Digital Camera Indonesia

Cara membuat Photo Story

Pin It


Ada istilah yang mengatakan bahwa sebuah foto bisa bercerita lebih dari 1000 kata. Namun terkadang, untuk mengabadikan dan menceritakan sebuah kisah dibutuhkan lebih dari sebuah foto. Untuk itulah foto cerita hadir. Melihat, menganalisa, merekam, dan menyajikan sebuah peristiwa dalam rangkaian beberapa foto yang berkisah sangat penting agar pembaca bisa memahami dan merasakan cerita yang kita sampaikan melalui foto tersebut.

Tari-Caci-2

Mendiskusikan bagaimana cara membuat foto cerita yang baik, saya merasa sangat beruntung bisa belajar banyak tentang ini ketika masih bergabung di Majalah National Geographic Indonesia dari mentor foto saya yang juga masih menjabat sebagai editor foto, Reynold Sumayku.

Menurutnya, untuk membuat foto cerita sederhana, terkadang dirinya sering membayangkan komik singkat yang dimuat di halaman-halaman surat kabar atau majalah. Tentunya, akan lebih mudah memahami rangkaian foto yang menjadi sebuah cerita apabila menggunakan pendekatan tersebut.

Pendekatan dalam foto cerita.

Lalu, bagaimana membuat sebuah foto cerita yang baik? Terkadang, mendiskusikan istilah foto cerita saja kita akan menemukan istilah lainnya yang malah membuat semakin bingung, ada foto cerita dan ada pula foto essay.

Tari-Caci-9

Jika foto cerita cenderung mengenai suatu tempat, orang atau situasi. Sedangkan foto essay cenderung mengenai suatu tipe atau aspek dari banyak tempat, banyak hal, atau orang. Kedua istilah tersebut membutuhkan hal yang sama: alur yang menyatukan.

Pada akhirnya, baik picture/photo story atau photo essay sama-sama menceritakan sebuah kisah.” Demikian kutipan dari Michael Davis yang juga merupakan mantan picture editor di National Geographic.

Foto cerita sendiri merupakan rangkaian beberapa foto yang bercerita tentang orang, tempat, atau keadaan. Foto cerita bisa dilakukan dalam jangka waktu singkat, sedang, atau panjang. Pendekatan dalam foto cerita bisa didasarkan kepada dokumentasi foto yang bersifat narasi, dimana pendekatan ini paling sering digunakan oleh fotografer dengan mendokumentasikan momen secara runut sebuah peristiwa.

Tari-Caci-7

Dengan urutan peristiwa, semua direkam secara runut dengan ukuran waktu sebagai penanda. Misalnya foto cerita tentang perayaan upacara adat yang dilaksanakan dari pagi hingga malam. Teknik lainnya dalam pendekatan foto cerita adalah dengan menentukan tema yang akan dipilih sebagai kekuatan penyampaian cerita. Pendekatan tema cerita bisa diambil dari penokohan, tempat, atau bahkan kuatnya cerita itu sendiri.

Umumnya, cerita memang menjadi dominan, namun untuk mempermudah, menjadikan salah satu tokoh sebagai pusat cerita diambil agar pembaca bisa memahami

Berikut ini beberapa tahapan dalam membuat foto cerita yang baik:

  1. Temukan ketertarikan akan sebuah cerita.

Tahapan ini menjadi langkah awal dan sangat penting dalam menentukan foto cerita yang akan dibuat. Kata kunci ketertarikan menjadi penting karena kita akan menyampaikan cerita melalui foto dengan fokus dan menarik.

Tari-Caci-6

Tidak terbayang apabila kita tidak menyukai cerita yang akan kita sampaikan maka tentunya hasilnya juga tidak akan maksimal. Menemukan foto cerita yang disukai bisa dilakukan dengan banyak membaca dan mencari referensi dari berbagai sumber.

  1. Riset fotoSetelah menemukan cerita yang akan didokumentasikan. Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan riset foto. Riset foto dilakukan dengan banyak membaca sumber yang akan digali. Bisa melalui diskusi atau bertanya dengan sumber yang terpercaya ataupun menjelajah data di internet.Tari-Caci-10Semua informasi 5W + 1 H dikumpulkan agar kita bisa memiliki data yang lengkap dan akurat sehingga akan memudahkan ketika tiba di lapangan. Semua dikumpulkan dalam satu informasi yang mudah diakses terutama ketika dibutuhkan untuk konfirmasi.
  1. Peralatan memotretDengan mendapatkan informasi yang lengkap mengenai obyek foto cerita melalui riset foto kita akan dengan mudah menentukan peralatan yang akan kita bawa.Usahakan membawa peralatan memotret dengan ringkas agar memudahkan pemotretan. Jika punya budget berlebih bisa menggunakan 2 kamera.Satu untuk lensa lebar dan satu lensa tele. Untuk keperluan secara umum, penggunaan wide angle zoom seperti 16-35mm f:2,8 sangat dianjurkan.Jangan lupa untuk memperhatikan etika dalam penggunaan flash, dibeberapa momen penggunaan flash dirasa cukup mengganggu. Ada baiknya pemotretan dilakukan sesuai dengan aturan dan tidak melanggar etika.

Elemen foto cerita

  1. Foto pembuka:Tari-Caci-5
    Foto pembuka dalam foto cerita sangat penting sekali sebagai sebuah foto yang tampil pertama. Foto harus sangat kuat, menarik secara visual dan menimbulkan rasa penasaran yang kuat. Pilihlah foto terbaik yang menarik dan layak menjadi foto pembuka menurut Anda
  2. Rekamlah semua aksi dan interaksi.

Rekamlah seluruh kegiatan yang menunjukan interaksi antara obyek dengan lingkungannya. Pastikan selalu waspada dan jangan melewatkan momen yang mungkin hadir dengan cepat. Gunakan mode continuous shot untuk merekam aksi dengan cepat.

Tari-Caci-8
Langkah ini perlu diambil agar kita memiliki banyak variasi adegan dan juga angle foto. Tidak sekedar foto yang disetting dengan obyek yang menghadap kamera namun juga bertujuan mendapatkan foto yang natural dan memiliki makna dan pesan yang kuat.

3. Perhatikan detail

Tari-Caci-3

Dalam setiap cerita, kita pasti bisa menemukan bagian-bagian yang menarik dan terkadang terlewatkan begitu saja. Sebagai seorang pencerita foto yang baik kita harus jeli melihat unsur-unsur yang berbeda tersebut.

Jikalau menarik, jangan lupa untuk mendokumentasikannya secara detail. Buatlah foto dengan pendekatan makro atau dengan menggunakan lensa zoom agar bisa lebih dekat dengan detail obyek foto yang menarik.

4. Buatlah foto potret

Tari-Caci-4

Foto potret sangat penting untuk menggambarkan subyek cerita. Dengan membuat foto potret, pembaca akan merasakan fokus dari cerita yang akan kita sampaikan. Subyek cerita yang ada disekitar lingkungannya akan membuat foto cerita lebih berkarakter.

5. Foto penutup

Tari-Caci-11

Ada foto pembuka, pastilah ada foto penutup. Foto penutup biasanya membentuk kesimpulan. Sebagai sebuah elemen akhir, foto penutup juga harus kuat secara visual dan cerita. Disinilah ditentukan imaginasi seorang fotografer untuk memilih foto yang kuat agar pembaca bisa mendapatkan akhir dari sebuah cerita yang ingin disampaikan sang fotografer.

Kesimpulan:

Layaknya membangun sebuah rumah yang baik dan kuat, diperlukan sebuah perencanaan matang. Fotografer sebagai seorang “arsitek” foto cerita perlu merencanakan, mengumpulkan, dan memadukan unsur-unsur penting dalam foto agar bisa saling melengkapi dan berkisah dengan baik dan menarik.

Rangkaian komposisi foto yang bercerita menjadi inti dari pembuatan foto cerita itu sendiri. Kisah yang akan Anda sampaikan sepenuhnya ada dalam imajinasi dan konsep Anda. Hasilnya berupa visualisasi karya dalam bentuk cerita dan pesan yang sampai ke pembaca. Foto yang baik akan terlihat indah, foto yang hebat akan menceritakan sesuatu.

Tentang TARI CACI

Permainan Caci, berawal dari pesta kebun. Awalnya diperoleh dari sebuah mimpi. Melalui bahasa roh, yang merupakan bahasa nenek moyang. dan tidak bisa diterjemahkan dengan bahasa yang sekarang. Dimainkan sepasang penari laki-laki yang bertarung dengan menggunakan cambuk dan perisai.

Permainan Caci memiliki memiliki 3 nilai dasar yaitu memuji, menghormati, dan bersyukur kepada pencipta dan leluhur. Untuk melihat atraksi ini bisa mengunjungi Kelompok Sanggar Budaya Riang Tanah Tiwa di Kampung Cecer, Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur.

NB:
Artikel ini dimuat juga di majalah Chip Foto Video Digital, bisa diunduh via:

Tips dan cara membuat photo story from purwoshop
Semua foto diatas oleh @purwoshop
Salam
Purwo Subagiyo

Menguasai Fokus (1)

Pin It

FK-wan, mengapa perlu mengendalikan pemfokusan ketika ada fokus otomatis di kamera?

Seperti fitur otomatis lain di kamera autofocus (AF) tidak selalu benar. Sistem AF dapat memfokuskan ke bagian yang salah dari pemandangan dan kadang kesulitan mengunci pada titik manapun, sehingga foto akhirnya tampak kabur. Tapi jangan salah, SLR dan lensa kini dapat memfokuskan lebih cepat dan lebih akurat, tapi seperti dengan metering dan eksposur, FK-wan harus ikut serta dengan aktif dalam prosesnya untuk mendapatkan hasil terbaik.

Ilustrasi (thinkstockphotos).

Pada kondisi seperti apakah autofocus berpotensi salah?

Kamera dapat kesulitan untuk melakukan autofocus ketika tidak ada cukup cahaya atau ketika menghadapi pemandangan berkontrasan rendah atau berwarna seragam, misalnya anjing coklat di tanah berlumpur. Pada pemandangan tersebut tidak ada batas yang jelas untuk ditemukan sistem AF. Akibatnya, lensa akan memfokuskan ke depan dan ke belakang, mencari titik untuk dikunci. Jika di depan obyek ada benda lain, seperti jendela atau jeruji kandang, kemungkinan kamera akan memfokuskan pada benda tersebut.

Obyek bergerak juga dapat menjadi tantangan signifikan pada sistem AF. FK-wan harus memilih modus fokus yang tepat demi mendapatkan kesempatan memperoleh foto aksi tajam.

Jadi modus fokus yang mana yang perlu digunakan dan kapan?

Hal pertama yang harus diputuskan adalah menentukan apakah FK-wan ingin menggunakan autofocus atau fokus manual. Ada kondisi tertentu di mana fokus manual opsi lebih baik, yang akan kami bahas belakangan ini. Kita asumsikan untuk tetap menggunakan autofocus.

Untuk itu, pastikan tombol pada lensa di posisi AF, bukan MF. Autofocus menawarkan dua modus khusus yang perlu diatur di kameranya. Modus tersebut adalah One-Shot AF (Canon)/Single Servo AF (Nikon), dan Al Servo AF (Canon)/Continuous-Servo AF (Nikon). Opsi One-Shot/Single-Servo pilihan terbaik untuk obyek statis. Setelah sistem autofocus mencapai fokus, sistem mengunci pengaturan, jadi Anda dapat merekam foto karena obyek akan terfokus tajam.

Sesuai dengan namanya, Al Servo/Continuous-servo memfokuskan lensa secara berkelanjutan, menjadikannya pilihan tepat untuk melacak obyek bergerak. Secara default, kamera akan menangkap foto kapan saja, bahkan meski obyek tidak fokus.

Banyak kamera menawarkan modus AF ketiga, yaitu Al Focus AF (Canon) atau Auto AF (Nikon). Modus ini akan mendeteksi apakah obyek statis atau bergerak dan memilih autofocus yang sesuai. Tapi, untuk hasil yang diandalkan, pilih modus AF khusus. Jangan bingung dengan memilih modus AF dengan modus AF Area, yang juga bisa diatur secara otomatis ataupun manual.

“Obyek bergerak dapat menjadi tantangan pada sistem AF. FK-wan harus memilih modus yang tepat”

Ilustrasi (thinkstockphotos)

Apakah perbedaan antara modus AF dan modus AF Area?

Kalau pilihan modus AF menentukan bagaimana lensa akan terfokus, modus AF Area menentukan di mana kamera akan memfokuskan. Cara FK-wan mengakses AF Area berbeda-beda pada setiap model kamera, tapi opsi yang tersedia biasanya sama.

Berapa titik AF yang digunakan?

Tergantung pada obyek yang direkam. Jika semua titik AF diaktifkan, maka kamera akan memilih secara otomatis satu atau beberapa titik yang akan digunakan untuk memfokuskan setelah mengaktifkan sistem AF. Walaupun sistem telah mendapatkan obyek yang FK-wan pilih bila cukup besar dalam frame, FK-wan tidak memiliki kendali atas apa yang akan difokuskan oleh kamera. Mungkin saja kamera mengunci pada suatu obyek di foreground atau background, atau bagian yang salah dari obyek, seperti ujung hidung model portrait, bukan pada matanya.

Tetapi, modus ini andal ketika merekam obyek aktif dengan background bersih. Semakin banyak titik AF yang dimiliki kamera, semakin akurat pelacakan obyek ketika bergerak di area frame. Pada mayoritas kondisi, autofocus akan lebih cepat dan lebih tepat jika FK-wan mengubah modus AF Area menjadi single AF Point. Diantara semua titik AF yang tersedia, titik yang berada ditengah menawarkan akurasi lebih tinggi. Manfaatkan titik ini pada fitur yang ingin ditampilkan tajam dan tekan setengah shutter relase untuk mengaktifkan kemudian kunci fokus. Kemudian, dengan shutter relase masih ditekan setengah, komposisi foto kembali dan tekan penuh shutter relase untuk merekam video.

Kapan perlu menggunakan pemfokusan manual?

Pemfokusan manual diperlukan ketika menginginkan jarak fokus tetap konstan. Misalnya, dengan menentukan autofocus pada satu titik di area balap dan kemudian memposisikan lensa pada MF, FK-wan dapat mereka serangkaian foto mobil yang melewati titik tersebut, dengan pemahaman bahwa sistem AF tidak akan memfokuskan lensa kembali di tempat lain.

Pemfokusan manual juga hanya satu-satunya opsi ketika kamera tidak mampu mengunci fokus. Sebagian lensa memungkinkan pemfokusan manual total.

(bersambung)

Sumber: Digital Camera Indonesia

Memotret Makanan

Pin It

Memotret makanan ada gaya dan tekniknya tersendiri. Yang pasti fotografi makanan mengarah ke stylist dan artistik. Fotografi makanan bisa FK-wan pakai untuk mengembangkan kemampuan memotret still-life dan melatih teknik pencahayaan.

Steak Tartare, salah satu menu di Hotel Borobudur Jakarta saat difoto oleh fotografer National Geographic Traveler Indonesia, Yunaidi.

Memotret hidangan tidak semudah yang dibayangkan. Fotografer boga profesional Marie-Louse Avery, yang bekerja untuk banyak koki beken seperti Gordon Ramsay hingga Nigella Lawson, punya nasehat.

“Triknya adalah membuat foto yang sepertinya mudah dibuat. Foto itu malah butuh banyak usaha. Kuncinya adalah pencahayaan yang lembut dan merata. Bayangan akan membuat makanan jadi jelek. Aku biasa bekerja di studio dengan jendela pada tiga sisi. Jika aku harus pakai satu jendela, aku akan gunakan reflector untuk meratakan cahaya seputar obyek.”

Yang harus dicoba:

  • Pastikan latar belakang bersih dari obyek pengganggu. Ketika Anda mengambil gambar makanan, Anda harus fokus pada makanan.
  • Posisikan cahaya utama Anda 45 derajat di belakang obyek dan reflector di depan obyek dan cahaya utama.
  • Jangan mengambil gambar dengan sembarangan. Atur hidangan dengan baik sehingga ada bagian yang difokuskan seperti, bagian tepi cangkir kopi atau hiasan hidangan.

Sumber: Majalah Digital Camera Indonesia

DJI Inspire 1, Menggengam Dunia Dari Udara

Pin It

FK-wan, perusahaan pembuat wahana tanpa awak (drone) DJI Innovations meluncurkan varian drone terbaru yang diberi nama Inspire One. Peluncuran wahana terbang tanpa awak itu dilakukan pada Rabu (12/11/2014). Tentunya ini akan menambah variasi sekaligus pilihan bagi FK-wan yang ingin menekuni fotografi dan videografi udara.

Drone DJI Inspire One. (foto: DJI)

DJI Inspire One adalah quadcopter (drone dengan empat baling-baling) penerus Phantom Vision+ yang sebelumnya telah diluncurkan awal tahun ini. Inspire One dilengkapi dengan kamera yang mampu merekam video dalam resolusi 4K 30 fps (60 fps dalam resolusi 1080p), serta foto dengan resolusi 12 megapiksel.

Uniknya, keempat “kaki” drone bisa dilipat di udara setelah drone take off. Hal itu memberikan kamera Inspire One mampu merekam video pemandangan 360 derajat tanpa halangan. Selain bisa diputar 360 derajat, kamera Inspire One juga bisa ditekuk 125 derajat.

Sama dengan Vision+, kamera yang terpasang di bagian bawah drone terhubung dengan gimbal tiga sumbu yang diklaim bisa membantu merekam video dengan lebih smooth, bahkan saat drone diterpa angin kencang.

Remote control yang dimiliki Inspire One juga memiliki kendali untuk menggerakkan kamera. Kontroler tersebut juga memiliki teknologi transmitter nirkabel Lightbridge yang bisa mengalirkan video 1080p ke perangkat Android atau iOS sejauh 1,7 kilometer.

Konektor yang disediakan dalam Inspire One adalah USB dan output HDMI. Dengan konektor tersebut, pengguna bisa menghubungkan smartphone, tablet, atau layar monitor dengan unit drone.

Dari segi keamanan, DJI kini membuat fitur return-to-home menjadi lebih dinamis, sehingga drone bukan lagi kembali di tempat dimana diluncurkan, melainkan ke posisi pengendalinya.

Tampilan DJI Inspire One. (foto: DJI)

Dalam sekali isi ulang, baterai kapasitas 4500 mAh yang dimiliki hanya bisa bertahan selama 18 menit. DJI Inspire One dijual dengan harga retail 2.800 dollar AS. FK-wan tertarik untuk bereksperimen?

sumber: kompas.com

Lebih Ekspresif dengan NX Mini

Pin It

FK-wan, produsen perangkat teknologi asal Korea Selatan, Samsung memperluas jajaran kameranya dengan mengumumkan kehadiran NX Mini. Dikemas dalam bentuk yang minimalis dan ringan, Samsung mengklaim kamera mirrorless ini akan memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk mengambil beragam objek dimana pun atau sekadar menyimpannya dalam sebuah saku.

Samsung NX Mini. (samsung)

Saat tim fotokita.net menerima kamera ini, impresi pertama kami menasbihkan kamera ini sangat cocok untuk dibawa saat traveling, hangout ke cafe bersama para kolega, hingga mengabadikan momen berharga yang tak boleh dilewatkan.

Salah satu fitur utama NX Mini adalah lensa 9 mm f/3.5 yang sangat kecil (setara dengan 2mm) sekaligus salah satu dari dua pilihan kit untuk kamera 20 MP, lensa zoom terbaru 9-27 mm (setara dengan 24-73mm) serta LED flash eksternal.

NX Mini sendiri memiliki sensor 1 inci, tentunya ukuran tersebut memiliki kesamaan dengan sensor yang ditemukan pada kamera RX100 besutan Sony dan Nikon 1 Series. Soal tampilan, NX Mini dirancang oleh Samsung dengan lima warna pilihan, yaitu Black, White, Mint Green, Brown dan Pink. Rentang warna ini bisa memberikan FK-wan kemudahan dalam menentukan pilihan sesuai dengan karakteristik kepribadian FK-wan.

Keuntungan lainnya yang bisa diraih pengguna NX Mini, Samsung telah membuat tas kamera sehingga memudahkan pengguna untuk membawa NX Mini sekaligus lensa 9 mm dan 19 – 27 mm secara bersama-sama. Sayangnya, karena NX Mini dirancang berbeda dengan kamera NX buatan Samsung yang lainnya, pengguna saat ini memiliki keterbatasan untuk memanfaatkan lensa yang sudah tersedia di pasaran.

Samsung sengaja menghadirkan NX Mini ditujukan untuk konsumen mainstream dalam segala hal. Pihak Samsung menegaskan, pengguna kamera ini bukanlan fotografer profesional, melainkan mereka yang hobi mengambil banyak banyak gambar dalam sebuah perjalanan, Tidak hanya itu, dengan ukuran yang terlihat lebih kecil, pengguna juga dapat memanfaatkan kamera ini untuk memotret “selfie”. Saat tim fotokita.net menjajal kamera Samsung NX 30 di Sydney, seorang dara cantik dari Singapura berhasil memukau pandangan tim. Senyum manisnya semakin manis dengan fasilitas pemotretan yang memang memanjakan para penggila selfie.

Selain fasilitas yang memanjakan para penggemar foto selfie terdapat pula fitur otomatis seperti Beauty Face, Best Face, Landscape, Macro, Action Freeze, Rich Tone, Panorama, Waterfall, Silhouette, Sunset, Night, Firework, Light Trace, Continuous Shot, Kids Shot, Food, Parties and Indoors.

Fitur lainnya yang menunjung kamera ini adalah mode shooting yang pintar, fasilitas untuk upload foto ke layanan DropBox ataupun Flickr. Ada juga fitur NFC, Wi-Fi dan tentunya flip-up display yang bisa diputar hingga 180 derajat. Jika terhubung ke jaringan lokal, kamera ini bahkan dapat berfungsi sebagai kamera untuk memonitor bayi di rumah.

Tertarik untuk membeli kamera tersebut?

Spesifikasi:

Image Sensor : BSI CMOS 20.9 Megapixel

Lens Mount : Samsung NX-M Mount

Display : TFT LCD with Touch Panel, 3 inch, HVGA 460.8k dots

Focusing : Contrast AF, Single AF, Continuous AF, MF, Touch AF&Shutter

Shutter : Speed Auto 1/16000 ~ 30 sex. 1/3 EV step. Bulb limit time 4 min

ISO : Max 12.800

Drive Mode : Single, Continuous, brust (5M), Self-timer, Bracket. Self timer 2-30 sec. JPEG:6 fps

Sumber: Chip

Makanan di Sekitar Kita

Pin It

Indonesia adalah negara dengan beragam suku. Berkah tersebut mendatangkan berkah lainnya: suku-suku tersebut, sesuai pengalaman sosial mereka, kemudian mengembangkan tradisi makanan mereka sendiri-sendiri.

Makanan, dalam konteks antropologi, melambangkan kehidupan sehari-hari, alam, dan budaya suku-suku di berbagai pelosok Indonesia. Bagi masyarakat perkotaan, makanan juga menjadi akar persahabatan, persaudaraan, dan kebersamaan. Makanan, bahkan juga menjadi perekat dalam kehidupan beragama.

Pada akhirnya, makanan bukan hanya soal rasa, melainkan juga melingkupi segenap indra manusia.

Berikut adalah foto-foto seputar dunia kuliner yang kami rangkum dari foto-foto FK-wan di situs tercinta ini. (Silakan klik pada foto untuk menuju halaman asli foto tersebut).

Jajanan ini banyak ditemukan di sudut Kota Makassar pada saat sore hari, umumnya di kampung Pecinan. (Akbar Mangkona)

Seorang ibu penjual lammang sedang membalik lammang yang telah matang di atas tungku pembakaran. Lammang adalah makanan tradisional yang berasal dari Jeneponto, Sulawesi Selatan yang merupakan beras ketan yang dimasukkan ke dalam wadah bambu, dan selanjutnya dibakar hingga matang. (Bahauddin Raja Baso)

Warga Desa Ciptagelar, Sukabumi, Jawa Barat menyiapkan makanan saat Upacara Serentaun. Serentaun merupakan ungkapan rasa syukur warga Ciptagelar kepada Tuhan atas panen padi. (Handka Rizki)

Salah satu agenda yang tidak boleh dilewatkan saat liburan ke Bukittinggi, Sumatra Barat adalah mencicipi lezatnya nasi kapau Uni Lis. Inilah nasi kapau paling lezat yang mungkin pernah Anda cicipi di pasar bawah Bukittinggi. (Heriyadi Asyari)

Pedagang makanan kuliner khas Makassar pisang epe di kawasan Pantai Losari di Makassar. (Iqbal Lubis)

Proses pembuatan kue bika khas Kota Padang Panjang masih dengan menggunakan tungku yang terbuat dari tanah liat agar citarasa khas tetap terjaga. (Isra Triansyah)

Sejumlah pedagang menyiapkan bahan Sate Ayam Madura yang akan dijual, di kawasan Kauman Solo, Jawa Tengah. Sate ayam Madura yang terdiri dari potongan jeroan dan telur belum jadi berwarna kuning tersebut, merupakan salah satu kuliner khas Solo yang dapat dinikmati oleh para wisatawan. (Jessica Wuysang)

Sebuah potret keluarga kecil di pesisir Desa Puloet, Kecamatan Leupung Aceh Besar, yang notabenenya masyarakat yang dulunya sebelum tsunami bekerja sebagai nelayan sekarang mereka menjadi penjual/peternak ikan asin yang dijajakan di pinggir jalan untuk para penguna jalan yang melewati desa mereka. (Rinaldi AD)

Kedelai yang telah direbus, diletakkan pada beberapa tampah lalu ditata rapi di sebuah ruangan dan didinginkan dengan bantuan beberapa kipas angin yang dayanya cukup besar di pabrik tempe yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta . Tampak dua orang pekerja mengaduk kedelai tersebut agar proses pendinginannya lebih cepat. (Rosario Guntur Harimawan)

Mie lethek adalah salah satu produk kuliner dari Bantul yang berbahan tepung tapioka dan diproduksi dengan cara yang masih tradisional. Jenis kuliner ini sangat unik karena memiliki warna yang kusam kecokelatan, sehingga tampak kurang menarik. Tetapi justru karena warna keruhnya itulah mi ini disebut dengan mie lethek. (Zahirul Alwan)

Simak juga foto cerita berikut ini:

Meski Kusam, Mi Lethek Tetap Bertahan

Kemplang Panggang Khas Palembang

Warung Terapung

Memahami Aperture

Pin It

Mengatur jumlah cahaya yang mengenai sensor bukan satu-satunya fungsi yang dimiliki oleh lubang besar di lensa tersebut. Tapi juga memberi kesempatan pada penggunaannya untuk kreatif dengan depth of field.

Pengaturan Aperture Priority (AV). foto: Deasy Megawati Putri

Apa sebenarnya aperture? Mudahnya, aperture adalah lubang pada lensa yang dilewati cahaya untuk bisa mencapai sensor gambar kamera. Peran aperture dalam kombo ini adalah mengatur seberapa banyak cahaya mencapai sensor. Dengan pengecualian lensa mirror ‘fixed aperture’ yang sangat sedikit, semua kamera memungkinkan pengguna untuk mengubah ukuran lubang ini agar lebih banyak atau lebih sedikit cahaya yang dapat masuk.

Pilihan aperture merupakan pertimbangan terpenting dari berbagai kondisi pemotretan. Contohnya, fotografer lanskap biasanya menggunakan aperture kecil dengan lensa wide-angle untuk menampilkan sebanyak mungkin depth of field pada gambar. Begitulah cara mereka mendapatkan pemFK-wanngan detail, dimana semua elemen, ditampilkan dengan tajam di seluruh area frame, mulai dari bunga di dekat kakinya hingga pegunungan di horison.

Fotografer potrait dan wildlife seringnya memilih batas aperture sebaliknya, menggunakan lensa panjang dan aperture lebar untuk menumpuk objek tajam di antara foreground dan background kabur.

Aperture menjadi pertimbangan yang semakin penting ketika berkaitan dengan jarak objek. Semakin dekat fokus, semakin sempit depth of field yang akan tertangkap untuk aperture tersebut. Inilah alasan mengapa fotografi makro membutuhkan penggunaan pemfokusan yang sangat akurat dan aperture yang sangat kecil, karena depth of field seringkali diukur dalam milimeter.

Kalau pengaturan depth of field penting pada gambar, maka ya, pilihlah Aperture Priority (A atau Av pada tombol putar kamera). Ini merupakan modus eksposur otomatis yang memungkinkan pengguna untuk memilih f-stop secara manual, sementara kamera memilihkan shutter speed yang sesuai untuk mendapatkan pengaturan yang di kalkulasi kamera sebagai eksposur bagus, berdasarkan pada aperture, modus matering, ISO yang dipilih, dan sebagainya.

Penjelasan cara mengatur aperture.

Eksposur manual memberi kendali penuh atas aperture dan shutter speed, tapi sistem ini mungkin terasa sulit bagi pemula. Sesuai dengan namanya, Aperture Priority (A atau AV) merupakan modus eksposur semi otomatis yang memungkinkan penggunanya untuk menentukan aperture sebagai prioritas.

1. Cara mudah untuk menentukan aperture sendiri dengan memilih modus A/Av pada tombol putar Mode. Kemudian putar tombol input utama kamera untuk meningkatkan atau menurunkan pengaturan aperture. Kamera akan menyesuaikan shutter speed secara otomatis.

2. SLR Digital menawarkan pilihan hingga tiga skala aperture, dengan peningkatkan satu stop, setengah stop, atau sepertiga stop (lihat menu Custom Functions pada kamera unuk memilih opsi yang diinginkan). Kami lebih suka sepertiga stop karena dapat membuat eksposur lebih sempurna.

3. Ada tiga langkah untuk mengetahui pengaturan aperture, yaitu di viewfinder, di layar LCD belakang, dan pada SLR high-end, di layar LCD kecil di bagian atas kamera. Agar lebih mudah, FK-wan bisa melihat setting lewat layar LCD atas body kamera dan viewfinder.

4. Banyak kamera mempunyai tombol Depth of Field Preview yang menutup aperture pada pengaturan yang dipilih, sehingga pengguna dapat mengukur depth of field melalui viewfinder. Namun, Live View menawarkan presentasi pengaturan aperture yang lebih efektif.

Deasy Megawati Putri/ TraveFotografi