Menguasai Fokus (1)

Pin It

FK-wan, mengapa perlu mengendalikan pemfokusan ketika ada fokus otomatis di kamera?

Seperti fitur otomatis lain di kamera autofocus (AF) tidak selalu benar. Sistem AF dapat memfokuskan ke bagian yang salah dari pemandangan dan kadang kesulitan mengunci pada titik manapun, sehingga foto akhirnya tampak kabur. Tapi jangan salah, SLR dan lensa kini dapat memfokuskan lebih cepat dan lebih akurat, tapi seperti dengan metering dan eksposur, FK-wan harus ikut serta dengan aktif dalam prosesnya untuk mendapatkan hasil terbaik.

Ilustrasi (thinkstockphotos).

Pada kondisi seperti apakah autofocus berpotensi salah?

Kamera dapat kesulitan untuk melakukan autofocus ketika tidak ada cukup cahaya atau ketika menghadapi pemandangan berkontrasan rendah atau berwarna seragam, misalnya anjing coklat di tanah berlumpur. Pada pemandangan tersebut tidak ada batas yang jelas untuk ditemukan sistem AF. Akibatnya, lensa akan memfokuskan ke depan dan ke belakang, mencari titik untuk dikunci. Jika di depan obyek ada benda lain, seperti jendela atau jeruji kandang, kemungkinan kamera akan memfokuskan pada benda tersebut.

Obyek bergerak juga dapat menjadi tantangan signifikan pada sistem AF. FK-wan harus memilih modus fokus yang tepat demi mendapatkan kesempatan memperoleh foto aksi tajam.

Jadi modus fokus yang mana yang perlu digunakan dan kapan?

Hal pertama yang harus diputuskan adalah menentukan apakah FK-wan ingin menggunakan autofocus atau fokus manual. Ada kondisi tertentu di mana fokus manual opsi lebih baik, yang akan kami bahas belakangan ini. Kita asumsikan untuk tetap menggunakan autofocus.

Untuk itu, pastikan tombol pada lensa di posisi AF, bukan MF. Autofocus menawarkan dua modus khusus yang perlu diatur di kameranya. Modus tersebut adalah One-Shot AF (Canon)/Single Servo AF (Nikon), dan Al Servo AF (Canon)/Continuous-Servo AF (Nikon). Opsi One-Shot/Single-Servo pilihan terbaik untuk obyek statis. Setelah sistem autofocus mencapai fokus, sistem mengunci pengaturan, jadi Anda dapat merekam foto karena obyek akan terfokus tajam.

Sesuai dengan namanya, Al Servo/Continuous-servo memfokuskan lensa secara berkelanjutan, menjadikannya pilihan tepat untuk melacak obyek bergerak. Secara default, kamera akan menangkap foto kapan saja, bahkan meski obyek tidak fokus.

Banyak kamera menawarkan modus AF ketiga, yaitu Al Focus AF (Canon) atau Auto AF (Nikon). Modus ini akan mendeteksi apakah obyek statis atau bergerak dan memilih autofocus yang sesuai. Tapi, untuk hasil yang diandalkan, pilih modus AF khusus. Jangan bingung dengan memilih modus AF dengan modus AF Area, yang juga bisa diatur secara otomatis ataupun manual.

“Obyek bergerak dapat menjadi tantangan pada sistem AF. FK-wan harus memilih modus yang tepat”

Ilustrasi (thinkstockphotos)

Apakah perbedaan antara modus AF dan modus AF Area?

Kalau pilihan modus AF menentukan bagaimana lensa akan terfokus, modus AF Area menentukan di mana kamera akan memfokuskan. Cara FK-wan mengakses AF Area berbeda-beda pada setiap model kamera, tapi opsi yang tersedia biasanya sama.

Berapa titik AF yang digunakan?

Tergantung pada obyek yang direkam. Jika semua titik AF diaktifkan, maka kamera akan memilih secara otomatis satu atau beberapa titik yang akan digunakan untuk memfokuskan setelah mengaktifkan sistem AF. Walaupun sistem telah mendapatkan obyek yang FK-wan pilih bila cukup besar dalam frame, FK-wan tidak memiliki kendali atas apa yang akan difokuskan oleh kamera. Mungkin saja kamera mengunci pada suatu obyek di foreground atau background, atau bagian yang salah dari obyek, seperti ujung hidung model portrait, bukan pada matanya.

Tetapi, modus ini andal ketika merekam obyek aktif dengan background bersih. Semakin banyak titik AF yang dimiliki kamera, semakin akurat pelacakan obyek ketika bergerak di area frame. Pada mayoritas kondisi, autofocus akan lebih cepat dan lebih tepat jika FK-wan mengubah modus AF Area menjadi single AF Point. Diantara semua titik AF yang tersedia, titik yang berada ditengah menawarkan akurasi lebih tinggi. Manfaatkan titik ini pada fitur yang ingin ditampilkan tajam dan tekan setengah shutter relase untuk mengaktifkan kemudian kunci fokus. Kemudian, dengan shutter relase masih ditekan setengah, komposisi foto kembali dan tekan penuh shutter relase untuk merekam video.

Kapan perlu menggunakan pemfokusan manual?

Pemfokusan manual diperlukan ketika menginginkan jarak fokus tetap konstan. Misalnya, dengan menentukan autofocus pada satu titik di area balap dan kemudian memposisikan lensa pada MF, FK-wan dapat mereka serangkaian foto mobil yang melewati titik tersebut, dengan pemahaman bahwa sistem AF tidak akan memfokuskan lensa kembali di tempat lain.

Pemfokusan manual juga hanya satu-satunya opsi ketika kamera tidak mampu mengunci fokus. Sebagian lensa memungkinkan pemfokusan manual total.

(bersambung)

Sumber: Digital Camera Indonesia

Memotret Makanan

Pin It

Memotret makanan ada gaya dan tekniknya tersendiri. Yang pasti fotografi makanan mengarah ke stylist dan artistik. Fotografi makanan bisa FK-wan pakai untuk mengembangkan kemampuan memotret still-life dan melatih teknik pencahayaan.

Steak Tartare, salah satu menu di Hotel Borobudur Jakarta saat difoto oleh fotografer National Geographic Traveler Indonesia, Yunaidi.

Memotret hidangan tidak semudah yang dibayangkan. Fotografer boga profesional Marie-Louse Avery, yang bekerja untuk banyak koki beken seperti Gordon Ramsay hingga Nigella Lawson, punya nasehat.

“Triknya adalah membuat foto yang sepertinya mudah dibuat. Foto itu malah butuh banyak usaha. Kuncinya adalah pencahayaan yang lembut dan merata. Bayangan akan membuat makanan jadi jelek. Aku biasa bekerja di studio dengan jendela pada tiga sisi. Jika aku harus pakai satu jendela, aku akan gunakan reflector untuk meratakan cahaya seputar obyek.”

Yang harus dicoba:

  • Pastikan latar belakang bersih dari obyek pengganggu. Ketika Anda mengambil gambar makanan, Anda harus fokus pada makanan.
  • Posisikan cahaya utama Anda 45 derajat di belakang obyek dan reflector di depan obyek dan cahaya utama.
  • Jangan mengambil gambar dengan sembarangan. Atur hidangan dengan baik sehingga ada bagian yang difokuskan seperti, bagian tepi cangkir kopi atau hiasan hidangan.

Sumber: Majalah Digital Camera Indonesia

DJI Inspire 1, Menggengam Dunia Dari Udara

Pin It

FK-wan, perusahaan pembuat wahana tanpa awak (drone) DJI Innovations meluncurkan varian drone terbaru yang diberi nama Inspire One. Peluncuran wahana terbang tanpa awak itu dilakukan pada Rabu (12/11/2014). Tentunya ini akan menambah variasi sekaligus pilihan bagi FK-wan yang ingin menekuni fotografi dan videografi udara.

Drone DJI Inspire One. (foto: DJI)

DJI Inspire One adalah quadcopter (drone dengan empat baling-baling) penerus Phantom Vision+ yang sebelumnya telah diluncurkan awal tahun ini. Inspire One dilengkapi dengan kamera yang mampu merekam video dalam resolusi 4K 30 fps (60 fps dalam resolusi 1080p), serta foto dengan resolusi 12 megapiksel.

Uniknya, keempat “kaki” drone bisa dilipat di udara setelah drone take off. Hal itu memberikan kamera Inspire One mampu merekam video pemandangan 360 derajat tanpa halangan. Selain bisa diputar 360 derajat, kamera Inspire One juga bisa ditekuk 125 derajat.

Sama dengan Vision+, kamera yang terpasang di bagian bawah drone terhubung dengan gimbal tiga sumbu yang diklaim bisa membantu merekam video dengan lebih smooth, bahkan saat drone diterpa angin kencang.

Remote control yang dimiliki Inspire One juga memiliki kendali untuk menggerakkan kamera. Kontroler tersebut juga memiliki teknologi transmitter nirkabel Lightbridge yang bisa mengalirkan video 1080p ke perangkat Android atau iOS sejauh 1,7 kilometer.

Konektor yang disediakan dalam Inspire One adalah USB dan output HDMI. Dengan konektor tersebut, pengguna bisa menghubungkan smartphone, tablet, atau layar monitor dengan unit drone.

Dari segi keamanan, DJI kini membuat fitur return-to-home menjadi lebih dinamis, sehingga drone bukan lagi kembali di tempat dimana diluncurkan, melainkan ke posisi pengendalinya.

Tampilan DJI Inspire One. (foto: DJI)

Dalam sekali isi ulang, baterai kapasitas 4500 mAh yang dimiliki hanya bisa bertahan selama 18 menit. DJI Inspire One dijual dengan harga retail 2.800 dollar AS. FK-wan tertarik untuk bereksperimen?

sumber: kompas.com

Lebih Ekspresif dengan NX Mini

Pin It

FK-wan, produsen perangkat teknologi asal Korea Selatan, Samsung memperluas jajaran kameranya dengan mengumumkan kehadiran NX Mini. Dikemas dalam bentuk yang minimalis dan ringan, Samsung mengklaim kamera mirrorless ini akan memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk mengambil beragam objek dimana pun atau sekadar menyimpannya dalam sebuah saku.

Samsung NX Mini. (samsung)

Saat tim fotokita.net menerima kamera ini, impresi pertama kami menasbihkan kamera ini sangat cocok untuk dibawa saat traveling, hangout ke cafe bersama para kolega, hingga mengabadikan momen berharga yang tak boleh dilewatkan.

Salah satu fitur utama NX Mini adalah lensa 9 mm f/3.5 yang sangat kecil (setara dengan 2mm) sekaligus salah satu dari dua pilihan kit untuk kamera 20 MP, lensa zoom terbaru 9-27 mm (setara dengan 24-73mm) serta LED flash eksternal.

NX Mini sendiri memiliki sensor 1 inci, tentunya ukuran tersebut memiliki kesamaan dengan sensor yang ditemukan pada kamera RX100 besutan Sony dan Nikon 1 Series. Soal tampilan, NX Mini dirancang oleh Samsung dengan lima warna pilihan, yaitu Black, White, Mint Green, Brown dan Pink. Rentang warna ini bisa memberikan FK-wan kemudahan dalam menentukan pilihan sesuai dengan karakteristik kepribadian FK-wan.

Keuntungan lainnya yang bisa diraih pengguna NX Mini, Samsung telah membuat tas kamera sehingga memudahkan pengguna untuk membawa NX Mini sekaligus lensa 9 mm dan 19 – 27 mm secara bersama-sama. Sayangnya, karena NX Mini dirancang berbeda dengan kamera NX buatan Samsung yang lainnya, pengguna saat ini memiliki keterbatasan untuk memanfaatkan lensa yang sudah tersedia di pasaran.

Samsung sengaja menghadirkan NX Mini ditujukan untuk konsumen mainstream dalam segala hal. Pihak Samsung menegaskan, pengguna kamera ini bukanlan fotografer profesional, melainkan mereka yang hobi mengambil banyak banyak gambar dalam sebuah perjalanan, Tidak hanya itu, dengan ukuran yang terlihat lebih kecil, pengguna juga dapat memanfaatkan kamera ini untuk memotret “selfie”. Saat tim fotokita.net menjajal kamera Samsung NX 30 di Sydney, seorang dara cantik dari Singapura berhasil memukau pandangan tim. Senyum manisnya semakin manis dengan fasilitas pemotretan yang memang memanjakan para penggila selfie.

Selain fasilitas yang memanjakan para penggemar foto selfie terdapat pula fitur otomatis seperti Beauty Face, Best Face, Landscape, Macro, Action Freeze, Rich Tone, Panorama, Waterfall, Silhouette, Sunset, Night, Firework, Light Trace, Continuous Shot, Kids Shot, Food, Parties and Indoors.

Fitur lainnya yang menunjung kamera ini adalah mode shooting yang pintar, fasilitas untuk upload foto ke layanan DropBox ataupun Flickr. Ada juga fitur NFC, Wi-Fi dan tentunya flip-up display yang bisa diputar hingga 180 derajat. Jika terhubung ke jaringan lokal, kamera ini bahkan dapat berfungsi sebagai kamera untuk memonitor bayi di rumah.

Tertarik untuk membeli kamera tersebut?

Spesifikasi:

Image Sensor : BSI CMOS 20.9 Megapixel

Lens Mount : Samsung NX-M Mount

Display : TFT LCD with Touch Panel, 3 inch, HVGA 460.8k dots

Focusing : Contrast AF, Single AF, Continuous AF, MF, Touch AF&Shutter

Shutter : Speed Auto 1/16000 ~ 30 sex. 1/3 EV step. Bulb limit time 4 min

ISO : Max 12.800

Drive Mode : Single, Continuous, brust (5M), Self-timer, Bracket. Self timer 2-30 sec. JPEG:6 fps

Sumber: Chip

Makanan di Sekitar Kita

Pin It

Indonesia adalah negara dengan beragam suku. Berkah tersebut mendatangkan berkah lainnya: suku-suku tersebut, sesuai pengalaman sosial mereka, kemudian mengembangkan tradisi makanan mereka sendiri-sendiri.

Makanan, dalam konteks antropologi, melambangkan kehidupan sehari-hari, alam, dan budaya suku-suku di berbagai pelosok Indonesia. Bagi masyarakat perkotaan, makanan juga menjadi akar persahabatan, persaudaraan, dan kebersamaan. Makanan, bahkan juga menjadi perekat dalam kehidupan beragama.

Pada akhirnya, makanan bukan hanya soal rasa, melainkan juga melingkupi segenap indra manusia.

Berikut adalah foto-foto seputar dunia kuliner yang kami rangkum dari foto-foto FK-wan di situs tercinta ini. (Silakan klik pada foto untuk menuju halaman asli foto tersebut).

Jajanan ini banyak ditemukan di sudut Kota Makassar pada saat sore hari, umumnya di kampung Pecinan. (Akbar Mangkona)

Seorang ibu penjual lammang sedang membalik lammang yang telah matang di atas tungku pembakaran. Lammang adalah makanan tradisional yang berasal dari Jeneponto, Sulawesi Selatan yang merupakan beras ketan yang dimasukkan ke dalam wadah bambu, dan selanjutnya dibakar hingga matang. (Bahauddin Raja Baso)

Warga Desa Ciptagelar, Sukabumi, Jawa Barat menyiapkan makanan saat Upacara Serentaun. Serentaun merupakan ungkapan rasa syukur warga Ciptagelar kepada Tuhan atas panen padi. (Handka Rizki)

Salah satu agenda yang tidak boleh dilewatkan saat liburan ke Bukittinggi, Sumatra Barat adalah mencicipi lezatnya nasi kapau Uni Lis. Inilah nasi kapau paling lezat yang mungkin pernah Anda cicipi di pasar bawah Bukittinggi. (Heriyadi Asyari)

Pedagang makanan kuliner khas Makassar pisang epe di kawasan Pantai Losari di Makassar. (Iqbal Lubis)

Proses pembuatan kue bika khas Kota Padang Panjang masih dengan menggunakan tungku yang terbuat dari tanah liat agar citarasa khas tetap terjaga. (Isra Triansyah)

Sejumlah pedagang menyiapkan bahan Sate Ayam Madura yang akan dijual, di kawasan Kauman Solo, Jawa Tengah. Sate ayam Madura yang terdiri dari potongan jeroan dan telur belum jadi berwarna kuning tersebut, merupakan salah satu kuliner khas Solo yang dapat dinikmati oleh para wisatawan. (Jessica Wuysang)

Sebuah potret keluarga kecil di pesisir Desa Puloet, Kecamatan Leupung Aceh Besar, yang notabenenya masyarakat yang dulunya sebelum tsunami bekerja sebagai nelayan sekarang mereka menjadi penjual/peternak ikan asin yang dijajakan di pinggir jalan untuk para penguna jalan yang melewati desa mereka. (Rinaldi AD)

Kedelai yang telah direbus, diletakkan pada beberapa tampah lalu ditata rapi di sebuah ruangan dan didinginkan dengan bantuan beberapa kipas angin yang dayanya cukup besar di pabrik tempe yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta . Tampak dua orang pekerja mengaduk kedelai tersebut agar proses pendinginannya lebih cepat. (Rosario Guntur Harimawan)

Mie lethek adalah salah satu produk kuliner dari Bantul yang berbahan tepung tapioka dan diproduksi dengan cara yang masih tradisional. Jenis kuliner ini sangat unik karena memiliki warna yang kusam kecokelatan, sehingga tampak kurang menarik. Tetapi justru karena warna keruhnya itulah mi ini disebut dengan mie lethek. (Zahirul Alwan)

Simak juga foto cerita berikut ini:

Meski Kusam, Mi Lethek Tetap Bertahan

Kemplang Panggang Khas Palembang

Warung Terapung

Memahami Aperture

Pin It

Mengatur jumlah cahaya yang mengenai sensor bukan satu-satunya fungsi yang dimiliki oleh lubang besar di lensa tersebut. Tapi juga memberi kesempatan pada penggunaannya untuk kreatif dengan depth of field.

Pengaturan Aperture Priority (AV). foto: Deasy Megawati Putri

Apa sebenarnya aperture? Mudahnya, aperture adalah lubang pada lensa yang dilewati cahaya untuk bisa mencapai sensor gambar kamera. Peran aperture dalam kombo ini adalah mengatur seberapa banyak cahaya mencapai sensor. Dengan pengecualian lensa mirror ‘fixed aperture’ yang sangat sedikit, semua kamera memungkinkan pengguna untuk mengubah ukuran lubang ini agar lebih banyak atau lebih sedikit cahaya yang dapat masuk.

Pilihan aperture merupakan pertimbangan terpenting dari berbagai kondisi pemotretan. Contohnya, fotografer lanskap biasanya menggunakan aperture kecil dengan lensa wide-angle untuk menampilkan sebanyak mungkin depth of field pada gambar. Begitulah cara mereka mendapatkan pemFK-wanngan detail, dimana semua elemen, ditampilkan dengan tajam di seluruh area frame, mulai dari bunga di dekat kakinya hingga pegunungan di horison.

Fotografer potrait dan wildlife seringnya memilih batas aperture sebaliknya, menggunakan lensa panjang dan aperture lebar untuk menumpuk objek tajam di antara foreground dan background kabur.

Aperture menjadi pertimbangan yang semakin penting ketika berkaitan dengan jarak objek. Semakin dekat fokus, semakin sempit depth of field yang akan tertangkap untuk aperture tersebut. Inilah alasan mengapa fotografi makro membutuhkan penggunaan pemfokusan yang sangat akurat dan aperture yang sangat kecil, karena depth of field seringkali diukur dalam milimeter.

Kalau pengaturan depth of field penting pada gambar, maka ya, pilihlah Aperture Priority (A atau Av pada tombol putar kamera). Ini merupakan modus eksposur otomatis yang memungkinkan pengguna untuk memilih f-stop secara manual, sementara kamera memilihkan shutter speed yang sesuai untuk mendapatkan pengaturan yang di kalkulasi kamera sebagai eksposur bagus, berdasarkan pada aperture, modus matering, ISO yang dipilih, dan sebagainya.

Penjelasan cara mengatur aperture.

Eksposur manual memberi kendali penuh atas aperture dan shutter speed, tapi sistem ini mungkin terasa sulit bagi pemula. Sesuai dengan namanya, Aperture Priority (A atau AV) merupakan modus eksposur semi otomatis yang memungkinkan penggunanya untuk menentukan aperture sebagai prioritas.

1. Cara mudah untuk menentukan aperture sendiri dengan memilih modus A/Av pada tombol putar Mode. Kemudian putar tombol input utama kamera untuk meningkatkan atau menurunkan pengaturan aperture. Kamera akan menyesuaikan shutter speed secara otomatis.

2. SLR Digital menawarkan pilihan hingga tiga skala aperture, dengan peningkatkan satu stop, setengah stop, atau sepertiga stop (lihat menu Custom Functions pada kamera unuk memilih opsi yang diinginkan). Kami lebih suka sepertiga stop karena dapat membuat eksposur lebih sempurna.

3. Ada tiga langkah untuk mengetahui pengaturan aperture, yaitu di viewfinder, di layar LCD belakang, dan pada SLR high-end, di layar LCD kecil di bagian atas kamera. Agar lebih mudah, FK-wan bisa melihat setting lewat layar LCD atas body kamera dan viewfinder.

4. Banyak kamera mempunyai tombol Depth of Field Preview yang menutup aperture pada pengaturan yang dipilih, sehingga pengguna dapat mengukur depth of field melalui viewfinder. Namun, Live View menawarkan presentasi pengaturan aperture yang lebih efektif.

Deasy Megawati Putri/ TraveFotografi

Teknik Multiple Exposure

Pin It

Teknik memotret dengan gaya multiple exposure bukan barang baru, bahkan sudah di dalami sejak zaman film. Teknik ini biasa digunakan untuk dua atau lebih adegan gerak ataupun diam dalam sebuah frame. Tujuannya tidak lain supaya gambar terihat lebih dramatis dan dinamis.

Multiple Exposure (thinkstock)

Pertama, syarat mutlak adalah jenis kamera. Ternyata tidak semua kamera digital mempunyai fasilitas atau feature multiple exposure. Kalaupun tidak memiliki namun ingin mencobanya, berarti memerlukan olah digital lewat piranti lunak komputer. Yakni dengan menggabungkan beberapa layer/lapis yang ditumpuk menjadi satu frame.
Sebagai catatan, tulisan ini mengupas multiple exposure yang dibuat di internal kamera, bukan di komputer.
Teknik mendapatkan multiple exposure:

- Pastikan image quality (tipe output) kamera FK-wan sudah diatur untuk menghasilkan foto RAW.

- Ambil dua foto objek dengan posisi atau gerakan yang berbeda dan bisa juga dua objek yang berbeda.

- Tentukan berapa frame yang akan ditumpuk dalam satu frame. Biasanya kamera menyediakan fasilitas 2 hingga 10 frame. Banyak sedikitnya adegan yang terekam tergantung kreatifitas fotografer.

- Pastikan kondisi cahaya menjamin suksesnya multiple exposure. Background foto harus lebih gelap dari subjek. Hal ini untuk menjaga speed dan diafragma terjaga saat merekam beberapa adegan.

- Perhatikan baik-baik apa yang akan dibuat multiple exposure. Sesuaikan dengan kebutuhan foto karena tidak semua adegan bagus untuk dibuat multiple.

- Karena tujuan multiple exposure membuat suatu adegan lebih hidup dan dramatis, tetap perhatikan bahasa tubuh dan ekspresi subjek yang hendak dijepret. Jangan sampai keduanya tertutup oleh banyaknya layer yang ditumpuk.

- Latih kemampuan multiple secara terus menerus dan berulang-ulang. Latihan ini diperlukan karena multiple memerlukan teknik dan cita rasa yang cukup tinggi.

Sebagai catatan, multiple ini cukup menguras shutter count di kamera FK-wan.

Deasy Megawati Putri/Travelfotografi

Menghasilkan Foto Sunrise Dengan Smartphone

Pin It

Kebanyakan bagi para pemilik smartphone sering menggunakan smartphone-nya untuk narsis, ya foto-foto tentunya. Rasanya belum lengkap jika saat berpergian tidak mengabadikan momen-momen tersebut. Apalagi kalau sedang menuju kantor dijalan pagi-pagi banyak pemandangan yang sering ditemui, kamera jadi perihal yang wajib untuk dibawa.

Suasana pagi di Desa Klipoh, tak jauh dari Candi Borobudur. (Yunaidi)

Berikut sedikit cara untuk mendapatkan foto sunrise:

1. Perhatikan dari mana arah cahaya matahari muncul, karena background harus memiliki cahaya yang maksimal dibandingkan objek

2. Jangan pernah menggunakan zoom pada smartphone karena hasilnya blur dan bad quality

3. Perhatikan ISO dan komposisi

4. Kunci fokus agar foto yang dihasilkan benar secara fokus

5. Pakai dua tangan, smartphone memang kecil dan tidak seberat DSLR tapi agar foto yang FK-wan hasilkan tidak blur maka lebih baik menggunakan dua tangan agar lebih kokoh

6. Banyak sekali aplikasi yang tersedia untuk pengolahan foto di smartphone. FK-wan bisa menggunakan Intagram, Camera360, TopCamera, dll untuk mengedit foto secara instan. Dan semua aplikasi tersebut bisa di unduh langsung ke smartphone FK-wan. Tidak ribet dan gratis pula.

Keinginan untuk jepret-jepret tidak menghentikan langkah FK-wan, jangan lupa untuk share di aplikasi Instagram, Camera360, pinterest dan semua photo sharing apps yang ada di smarthphone FK-wan, sehingga tidak perlu membawa kamera DSLR, tapi FK-wan bisa membuat smartphone photography dengan hasil yang tidak kalah keren.

Deasy Megawati Putri/travelfotografi.co.id

Samsung NX300 Teman Pecinta Fotografi

Pin It

Salah satu catatan Samsung­ di   tahun 2013 adalah keseriusannya berbisnis di segmen kamera mirrorless. Samsung NX300 menjadi salah satu produk kamera dengan hasil yang memuaskan dari Samsung.

Foto: Samsung

Samsung NX300 ini adalah sebuah kamera mirrorless yang hadir dengan gaya retro atau vintage. Di mana gaya tersebut banyak diadopsi juga oleh para produsen kamera pengembang mirrorless. Semua itu serasa kembali ke masa lalu, tetapi hanya sebatas kemasan dari kecanggihan dan teknologi.

Tampilan depannya memang tidak jauh beda dari kakaknya (NX210). Namun, begitu kita lirik bagian belakang dan jerohannya, tentu jauh berbeda. Samsung membekali NX300 dengan layar AMOLED 3.31 inci dengan Tilt Touch Panel beresolusi 768.000 dots yang tentunya juga memberikan hasil preview gambar yang baik. Selain itu, FK-wan juga dapat mengatur pengoperasian serta titik fokus dari sentuhan-sentuhan di layar AMOLED tersebut.

Samsung juga menempatkan tombol-tombol pada posisi yang mudah diakses dan familiar. Selain itu, karena dalam kesempatan pengujian ini, Samsung menyertakan lensa 18-55 mm III OIS, FK-wan juga dapat menggunakan tombol i-Function untuk beberapa pengaturan. Untuk perekaman video, cukup menekan tombol record yang berada di sudut kanan atas bagian belakang kamera.

Beragam Penyempurnaan
Untuk menghadapi persaingan dengan mirrorless lainnya, Samsung memberikan beragam penyempurnaan dan teknologi terbaru pada NX300 ini. Menilik dapur pacunya, sensor APSC-CMOS beresolusi 20.3 Megapixel siap merekam berbagai momen dengan dukungan lensa Samsung yang memiliki aperture besar, kecepatan rana hingga 1/6000 second, dan rentang ISO yang dapat dimainkan antara 100-25600.

Selain itu, Samsung juga membekali mirrorrless terbarunya ini dengan New Image Engine DRIMe IV yang memungkinkan NX300 melakukan pengambilan gambar dengan cepat hingga 8.6 fps, serta melakukan perekaman gambar maupun video berformat 3D dengan dukungan lensa NX 45 mm f/1.8 2D/3D. Advance Hybrid AF System-nya juga terbukti ampuh dalam pengujian CHIP Foto Video kali ini.

Beragam feature dari Smart Mode dan Smart Filter akan memungkinkan FK-wan untuk menciptakan gambar-gambar kreatif hanya dengan satu device, yaitu NX300. Dari mode Waterfall, Beauty Face, Best Face, hingga deretan 13 filter kreatif terpatri di bodi kokoh NX300. Hasil gambarnya juga dapat disimpan dalam format RAW.

Sejauh pengujian ini, mirrorles yang hadir ada dalam tiga warna pilihan (coklat, hitam, putih) tersebut, menyajikan hasil gambar yang baik dengan warna dan detail yang bisa dipertanggung jawabkan. Namun, ada sedikit catatan, ketika pertama kali mendapat paket NX300, FK-wan akan mendapati Picture Wizard pada pemilihan mode warna “Retro” yang sedikit membuat kaget karena menghasilkan warna gambar cenderung kusam. Tetapi, itu hanyalah sebatas pengaturan saja. Picture Wizard tersebut dapat diubah pada pengaturan sesuai selera. Hanya baterainya saja yang kurang memuaskan, yaitu boros pada pemakaian, terlebih jika terkoneksi Wi-Fi dalam penggunaannya.

Bagi FK-wan yang membutuhkan sharing foto dengan cepat, NX300 juga dapat mengerjakanannya. Hal tersebut berkat adanya Wi-Fi direct yang memungkinkan untuk berbagi foto atau video ke Email SNS + Cloud, Facebook, Picasa, YouTube, SkyDrive Allshare (penyimpanan Web, perangkat DLNA), dan feature NFC. Selain itu, dengan Wi-Fi dan MobileLink (aplikasi smart camera untuk Android dan iOS) yang dapat digunakan sebagai media transfer foto dan viewfinder jarak jauh. Serta dalam paket penjualannya, Samsung menyertakan CD Adobe Lightroom 4.

Wi-Fi memang sebuah gebrakan besar yang mungkin menjadi feature “wajib” kamera-kamera keluaran baru. Karena, dengan feature Wi-Fi, FK-wan dapat terkoneksi dengan cepat ke berbagai jaringan. Hal itulah yang dilakukan Samsung kali ini, menyediakan gambar dengan cepat, serta membagikannya dengan cepat pula.

Seperti slogan yang diusungnya, yaitu “Shoot Fast, Share Faster”.

Spesifikasi Samsung NX300

Resolusi :   20.3 Megapixel

Image Engine :   DRIMe IV
ISO                   :   Auto, 100 – 25600
Layar                :   AMOLED 3.31 inci dengan Tilt Touch Panel
Video               :   Full HD Movie 1080 60p
Dimensi          :   122 (W) x 63.7 (H) x 40.7 (D) mm (tanpa part tambahan)
Berat               :   565  gram (dengan lensa 18-55 mm III OIS)

Taufan Yusuf Nugrofo/Chip

Memotret Siluet

Pin It

Tujuan memotret siluet salah satunya adalah ingin menghilangkan detail dan tekstur subjek menjadi bentuk yang sederhana dengan latar belakang terang. Pengaturan kecepatan dan diafragma memotret siluet tergantung dari cahaya yang ada waktu pemotretan berlangsung. Dibutuhkan ketepatan dalam mengatur kecepatan dan diafragma sehingga objek yang direkam memiliki kontur dan ketajaman yang tepat.

Pendaki melewati punggungan Gunung Rinjani menuju puncak Anjani diketinggian 3726 mdpl. (foto/ Yunaidi Joepoet)

Dibanyak foto, siluet mampu membuat foto yang menakjubkan. Dengan menampilkan foto dengan subjek berwarna hitam jauh dari gangguan dan campuran detail warna lainnya. Foto siluet yang paling populer adalah dengan menggunakan latar belakang atau background yang berwarna cerah. Contohnya, sunrise dan sunset yang mampu memberikan pencahayaan yang sangat baik.

Kunci fotografi siluet atau Silhouette Photography adalah matering dan eksposur. Berikut cara mendapatkan siluet:

1. Matering ke background

Foto siluet adalah menempatkan objek utama di depan cahaya, lalu matering (mengatur exposure) ke arahbackground, bukan ke objek utama.

2. Fokus ke arah subjek

Gunakan setting kamera mode Auto untuk mempermudah melakukan matering ke background.

3. Matikan lampu flash

Siluet adalah cara yang tepat untuk menyampaikan drama, misteri, emosi dan mood pada foto, karena itu kita menginginkan objek utama terlihat gelap, maka lampu flash harus dimatikan.

4. Lakukan framing dan komposisi pada jepretan FK-wan dengan menempatkannya di depan view yang menarik, tetapi dengan background yang terang. Background yang menarik bisa berupa langit tanpa awan yang cerah dengan pengaturan matahari. Posisikan cahaya paling terang di belakang subjek sehingga terkesan FK-wan sedang menyembunyikan sumber cahaya tersebut.

Efek-efek siluet diterapkan untuk berbagai jenis subjek pemotretan baik itu memotret orang (potrait), benda mati (Still life) dan pemFK-wanngan (landscape). Kreatiflah membingkai siluet dalam ruang bidik kamera.

Deasy Megawati Putri/travelfotografi.co.id