Konsep Memotret Human Interest: Galau, Cinta, Bahagia

Teman-teman FK-Wan sudah kenal dengan fotografer Feri Latief kan? Nah beliau ini jagonya membuat foto-foto human interest. Menangkap momen bernilai kemanusiaan bukan hal mudah, Feri saja mengaku kadang terlarut dengan emosi yang dirasakan subjek fotonya.

Untuk mendapatkan foto human interest yang “dalam” dan “bernilai” Feri membagi beberapa tipsnya.

1. Syarat memotret human interest adalah adanya kepekaan kita terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Semakin peka akan semakin bagus. Ukuran pekanya apa? Ukurannya ya hasil foto kita. Apakah kita peka menangkap emosi atau tidak.

2. Apakah foto human interest harus berasal dari objek yang katakanlah “hidup susah” ? Tidak juga, karena semua sisi kehidupan manusia adalah human interest. Kebahagian, kesedihan, cinta, galau, rindu dll. Semua yang bisa menyentuh rasa kemanusiaan kita.

3. Seperti sudah dikatakan sebelumnya, tidak mudah membuat foto bernilai kemanusiaan. Kenapa? kesulitannya utamanya kepekaan kita sendiri. “Banyak hal yg yg mungkin menyentuh hati tapi bagi kita tak menarik perhatian. Selebihnya soal pendekatan untuk membuat gambar,” ujar Feri.

4. Sedangkan untuk persiapan memotret human interest cukup disiapkan satu hal saja: rajin melihat. “The power of seeing. Tak ada yg dilakukan hanya melihat saja,” kata Feri.

Feri yang bertubuh besar dan tambun menegaskan perlunya kita menyiapkan mental untuk kondisi ekstrem. Ingat harus berjarak dengan apa yang kita foto, jangan terlibat.

“Saya pernah memotret kebakaran, karena emosi saya begitu terlibat saya malah nggak tega motret ibu-ibu yg menangis sambil bawa buntelan menyelamatkan barangnya. Si ibu meneriakan nama salah seorang anggota keluarganya yg menurut dia masih ada di lokasi kebakaran. Suka nggak tega motret kondisi kayak gitu? Makannya saya nggak pernah motret bencana. Gw gampang mewek….hehehhe”

5. Lalu, apa yang memuaskan dari menangkap imaji human interest? Berbagi emosi sebagai manusia!

Kita hadir di sana untuk menjadi saksi akan peristiwa kemanusiaan. Mata Anda mewakili mata orang yang melihat. Foto hanyalah media untuk menyampaikan emosi. “Dan itulah mengapa saya membuat foto: berbagi emosi!”

Selamat mencoba FK-Wan