Foto Kita

Tentang Foto Kita

Fotokita adalah anak situs Nationalgeographic.co.id yang merupakan wadah bagi para fotografer profesional, fotografer amatir, atau pehobi fotografi yang ingin berbagi karya dan pengetahuan tentang seluk-beluk fotografi, atau sekadar melihat-lihat keindahan dan mengalami kisah yang terkandung dalam suatu potret. Situs ini juga menjadi media interaksi bagi sesama pengunjung yang memiliki antusiasme terhadap dunia fotografi.

Melalui situs ini, foto Anda bisa dikritik dan dinilai, dan Anda sendiri bisa mengkritik atau menilai dalam kerangka saling belajar. Fotokita.net juga memiliki fitur Blog yang bisa diisi para fotografer yang menjalani penugasan oleh NGI, atau pengunjung lain yang berkeinginan berbagi cerita seputar pengalaman memotret atau menggunakan kamera. Silakan kirimkan artikel Anda ke admin@fotokita.net disertai biodata dan foto diri.

Situs Foto Kita yang beralamat di http://fotokita.net ini merupakan situs “reinkarkasi” dari fitur Foto Kita yang sebelumnya berada di http://nationalgeographic.co.id dan saat ini situs masih dalam pengembangan.

Demi ketertiban bersama, setiap foto yang sudah diunggah (upload) ke Fotokita.net tidak serta-merta termuat di situs, tetapi akan dikurasi terlebih dahulu oleh editor. Foto yang tampil di halaman profil masing-masing user juga hanya foto yang disetujui editor.

Setiap bulannya, dua foto akan dimuat di rubrik Foto Kita majalah NGI. Fotografer yang fotonya berhasil dimuat di majalah akan mendapatkan sertifikat dan suvenir menarik dari NGI.

Tidak seperti situs fotografi lain, kategori foto dalam Fotokita.net tidak menyertakan kategori fotografi model dan/atau foto yang telah mengalami terlalu banyak manipulasi karena tidak inheren dengan visi dan misi National Geographic, “Inspiring People to Care about the Planet“. Itulah sebabnya kami menyebut foto-foto di situs ini: Indah Bermakna, karena kami percaya foto yang baik bukan hanya indah dari sisi tampilan, melainkan juga menyiratkan makna yang bisa memicu kita untuk berbuat lebih baik bagi dunia dan lingkungan sekitar.

Bagi penggemar fotografi ponsel, kami juga menyediakan wadah melalui kategori Mobile. Pengguna bisa mengirimkan foto-foto yang diambil menggunakan kamera dari telepon seluler.

Kami terbuka terhadap kritik dan saran. Silakan layangkan email ke feedback@fotokita.net atau info@fotokita.net jika ada hal-hal yang ingin Anda sampaikan terkait layanan Fotokita.net.

Salam,

Redaksi

TENTANG NATIONAL GEOGRAPHIC

Yayasan National Geographic didirikan di Amerika Serikat pada 27 Januari 1888 oleh 33 orang yang tertarik untuk meningkatkan pengetahuan geografi. Gardiner Greene Hubbard menjadi presiden pertama dan kemudian digantikan oleh menantunya Alexander Graham Bell. Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan umum tentang geografi dunia dan pada akhirnya mensponsori penerbitan majalah bulanan National Geographic.

National Geographic saat ini telah diterbitkan di 60 negara dalam 30 bahasa dengan total ekslempar lebih dari 9,5 juta per bulan di seluruh dunia.

National Geographic Indonesia

National Geographic Indonesia diresmikan pada 28 Maret 2005 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disaksikan penerbit majalah ini, Jakob Oetama—pimpinan Kelompok Kompas Gramedia. Pertama kali diterbitkan pada April 2005 oleh Gramedia Majalah.

Kegiatan

Fotografi Laut Dalam

Sebelum resmi diluncurkan, National Geographic Indonesia mengadakan presentasi dan diskusi foto bertema Fotografi Laut Dalam bersama Emory Kristof, fotografer National Geographic pada 24 Januari 2005. Lalu dilanjutkan dengan pameran rangkaian foto karya Emory di Gedung Arsip Nasional.

Pameran Arkeologi

Usai peresmian di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, National Geographic Indonesia mengadakan pameran arkeologi Indonesia. Acara yang digelar pada 29 Maret hingga 3 April 2005 dipuncaki dengan presentasi dan pemutaran film orang kerdil (Homo floresiensis) dari Flores, Nusa Tenggara Timur oleh tim peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Ekspedisi Jatropha

Sebuah kegiatan eksperimental guna menguji coba penggunaan bahan bakar alternatif minyak jarak pagar (Jatropha curcas). Ekspedisi menempuh rute Atambua-Jakarta.

Indonesia Reef

Upaya konservasi terumbu karang sekaligus mempromosikan wisata bahari di berbagai titik penyelaman Nusantara, diikuti oleh puluhan sukarelawan selam.

Foto Terbaru

  • 811231218965_0483391

    2 orang anak kecil yang saling berjabat tangan

  • 031231214219_6519278

    Ritual Tuturangiana Andala bagi masyarakat Buton sebagai rasa ungkapan syukur kepada Allah SWT serta motivasi untuk terus menjaga potensi laut. Ritual ini sering diadakan pertengahan tahun di Bau-bau.