Foto Kita

Environmental Portrait: Saidah, 33 tahun, istri pemulung.

Ditulis oleh Feri Latief / November 20th, 2008


Cakung, Jakarta Timur. 19 November 2008
Saidah, 33 tahun, istri pemulung sampah plastik di Cakung mengeluhkan penghasilan suaminya yang tak pasti dikarenakan sampah plastik hasil pulungannya tidak bisa dijual ke pabrik. Semenjak harga minyak dunia turun limbah sampah plastik tidak laku dijual ke pabrik-pabrik pengolahan limbah plastik. Harga sampah plastik jenis HDPE yang sebelumnya berharga Rp.16.000/kg kini jatuh kekisaran Rp. 2.500/kg

Foto ini adalah portrait, lebih tepatnya adalah Environmental Portrait.

Environment Portrait (EP) adalah sebuah genre dalam fotogragi. EP adalah portrait yang dibuat dengan melibatkan lingkungan kerja atau lingkungan tempat orang yang di foto beraktivitas. Biasanya lingkungan digunakan sebagai latar belakang subyeknya. Bisa dilakukan di tempat kerja atau tempat tinggal orang yang di foto. Maksudnya untuk memberi arahan siapa subyeknya dan hubungan dengan lingkungannya.

Lingkungan alami tempat dia beraktivitas digunakan untuk lebih memperjelas karakter subyek yang kita foto, tentang kepribadiannya, bukan sekedar sosok fisik saja. Dengan memotret di lingkungan mereka subyek akan lebih mudah dan kondusif untuk mengungkapkan dirinya. Berbeda dengan foto studio yang asing dan tidak alami.

Latar lingkungan ini adalah unsur utama dan sebagai informasi lebih lanjut tentang orang yang difoto.

Teknis memotretnya dengan bukaan sempit maksudnya agar detail lingkungan terekam, berbeda jika membuat portait biasa yang menggunakan bukaan lebar. Detail-detail yang terekam bisa menggambarkan siapa subyek yang kita foto walaupun hanya elemen kecil seperti lalat-lalat pada foto tersebut di atas..

Fotografer yang terkenal suka menghasilkan karya-karya foto Environmental Portrait adalah Arnold Newman.

9 komentar untuk artikel ini.

  1. BLOG ANAK PANTAI | Tips dan Trik Fotografi

    [...] Environmental Portrait: Saidah, 33 tahun, istri pemulung. [...]

    November 21st, 2008 at 2:28 pm

  2. Mathias Japri

    Wa.. Strobist banget.. :D memang impact harga minyak sangat luas. saya sendiri pernah meliput hal ini di daerah tangerang dan sekitarnya. pabrik daur ulang tidak buka. menyebabkan ada tukang lapak yang stroke bahkan ada yang gantung diri. karena belum menjual bodongnya (botol aqua). Gara gara ditumpuk kebanyakan dan berharap harga rebounce dan ternyata tidak.

    foto eviromental yang mantab.. sib boss..

    November 22nd, 2008 at 1:58 am

  3. suwarno

    Wo,…., ini merupakan hal yang lain dari yang lain karena ini mengambarkan sebuah fenomena yang sangaat luar biasa di jaman hiruk pikuk sebuah kehidupan yang serba tak menentu.

    November 23rd, 2008 at 1:00 pm

  4. ayu

    thanks om.artikel menarik. Bisa bahas soal etika dlm fotojurnalistik?

    November 24th, 2008 at 10:32 am

  5. tukang foto

    oooo…ini yang namanya Environmental Portrait ckk..ckk…dashyat deh!!

    November 25th, 2008 at 1:52 pm

  6. hanibal

    ngenes memang, tapi inilah saatnya untuk kita berdo’a. makasih om informasinya

    November 26th, 2008 at 10:40 pm

  7. ilhamisme

    terima kasih artikelnya pak Feri , menarik sekali buat saya
    saya kebetulan sedang belajar portrait
    salam

    November 27th, 2008 at 12:05 pm

  8. Roy

    Sori cuma kasih masukan, kalo itu pakai flash kenapa terlalu kuat flash-nya. tx N sukses

    December 1st, 2008 at 8:05 pm

  9. reza

    bagus, sayang sosok saidah terlalu kecil di frame..
    atau memang sengaja biar BG lebih terlihat..
    yang saya lihat POI-nya lebih ke BG dibanding sosok saidah..

    salam

    December 11th, 2008 at 7:47 pm

Kirim komentar





Foto Terbaru

  • 811231218965_0483391

    2 orang anak kecil yang saling berjabat tangan

  • 031231214219_6519278

    Ritual Tuturangiana Andala bagi masyarakat Buton sebagai rasa ungkapan syukur kepada Allah SWT serta motivasi untuk terus menjaga potensi laut. Ritual ini sering diadakan pertengahan tahun di Bau-bau.