Foto Kita

Maggie Steber: Memotret manusia harus rendah hati

Ditulis oleh Firman Firdaus / July 22nd, 2008

MENGAMBIL foto manusia telah menjadi daya tarik tersendiri bagi Maggie Steber, khususnya semenjak dia memutuskan bahwa menjadi seorang guru bahasa Prancis di Texas tidak semenantang fotografer. “Sebagai fotografer, kita meminta seseorang untuk terbuka kepada kita dan kepada dunia,” ucap Steber, “Jadi, kita harus penuh rendah hati dan bersiap selalu terbuka juga.”

“Menghabiskan waktu bersama seseorang akan menumbuhkan kepercayaan dan memperlihatkan minat Anda yang sesungguhnya,” kata Steber. “Selain itu, pengalaman Anda akan semakin bertambah tentunya.” Mempelajari sebuah budaya dan sejarah merupakan sebuah cara untuk menciptakan hasil kerja yang lebih berisi. “Mengetahui kesenian dan kesusastraan bangsa lain, membantu Anda memahami keunikan bangsa itu” katanya. “Melakukan perjalanan dengan pikiran terbuka, tanpa sebuah asumsi awal dan biarkan orang lain yang mengajari Anda: Aku telah pergi ke Haiti untuk memotret sebuah negara yang tengah mengalami konflik sipil, tetapi karena aku telah mempelajari kebudayaan dan sejarah Haiti, aku menyadari bahwa sisi lain masyarakat ini yang ternyata penuh daya tarik, misterius dan penuh imajinasi.

Ahli Biologi Fernando Nottebohm yang mempelajari memori dalam kicauan burung berkolaborasi dengan Maggie Steber untuk menghasilkan gambar yang luar biasa ini. “Gambar ini adalah sebuah cara untuk lebih mendekatkan ilmu pengetahuan kepada manusia,” ujar Steber, yang keduaorang tuanya adalah ilmuwan.

Masyarakat Haiti menjalani kehidupan mereka dengan akal budi, mereka melihat ke dalam hati Anda; Dan ketika aku memperhatikan lebih dalam lagi, banyak hal lainnya yang terungkap — mereka periang, kasar, berterus terang dan bersemangat dalam menyampaikan kisah mereka.”

Steber telah mengamati mereka yang kaya, yang miskin, yang kuat, dan yang tak diperhatikan: “Memotret manusia telah membuka mataku kepada dunia yang lebih indah. Memberiku hidup yang sangat kaya, karena orang-orang telah berbagi kisahnya bersamaku.”

Tips memotret manusia

  • Berkomunikasilah dengan penuh rasa hormat, keingintahuan yang tinggi, dan Anda tidak akan perlu “mencuri” gambar.
  • Gunakan kamera digital untuk menunjukkan hasil gambar mereka; ini akan lebih mendekatkan Anda dengan mereka, menciptakan sebuah proses yang lebih kolaboratif, dengan hasil yang lebih kaya.
  • Waspada dengan backlight — kecuali Anda menginginkan sebuah siluet dari subyek foto Anda.
  • Jangan takut untuk mencoba: Posisikan orang di pinggir frame Anda; Potret dari beragam sudut; dan gali segala kemungkinan kreatif.
  • Jadikan diri Anda tidak terlihat; biasakan untuk melangkah seperti kucing, dengan lembut dan anggun; berpakaian yang pantas; dan bawa perlengkapan secukupnya.

Lebih jauh tentang Maggie Steber, kunjungi http://www.maggiesteber.com/

6 komentar untuk artikel ini.

  1. Yusa

    ^_^

    Luar biasa!

    Saya pecinta majalah National Geographic, saya senang dg alam dan segala keindahannya. Pengen gabung dg NGI tapi apa yg bisa saya lakukan mohon dibantu?

    Trm ksh.
    Salam, Yusa

    July 24th, 2008 at 12:00 pm

  2. Memotret Manusia dengan Rendah Hati - Life & Natural History

    [...] dengan pikiran terbuka, tanpa sebuah asumsi awal dan biarkan orang lain yang mengajari Anda.” –Maggie Steber Tags: Maggie Steber, [...]

    July 25th, 2008 at 1:36 pm

  3. deny

    wow tips-nya ngebantu banget…salam -d

    July 30th, 2008 at 12:38 pm

  4. BLOG ANAK PANTAI | Tips dan Trik Fotografi

    [...] Maggie Steber: Memotret manusia harus rendah hati [...]

    November 21st, 2008 at 2:29 pm

  5. moon

    mas firman, artikel ini sangat bermanfaat buat muni.thx;)

    November 24th, 2008 at 1:11 pm

  6. Firman Firdaus

    @Moon,

    Senang mendengarnya. Keep on shooting!

    November 25th, 2008 at 11:18 pm

Kirim komentar





Foto Terbaru

  • 811231218965_0483391

    2 orang anak kecil yang saling berjabat tangan

  • 031231214219_6519278

    Ritual Tuturangiana Andala bagi masyarakat Buton sebagai rasa ungkapan syukur kepada Allah SWT serta motivasi untuk terus menjaga potensi laut. Ritual ini sering diadakan pertengahan tahun di Bau-bau.